Baju baru…alhamdulillah
Tuk dipakai di hari raya
Tak punyapun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama

Pakaian baru? Siapa yang tidak suka. Saking sukanya sering tanpa dicuci langsung dipakai. Itu kebiasaan suamiku, katanya kalau dicuci akan segera luntur warnanya. Tapi kalau sudah kena keringat akan tidak luntur… itu mitos yang diwariskan nenek moyang kepadanya tapi untunglah itu tak segera menular kepadaku. Risih dan pasti kotor karena sudah melewati banyak proses dan distribusi yang panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Yang harus dilakukan setelah membeli pakaian adalah mencucinya…. kenapa????
Suatu penelitian yang dilakukan Universitas New York mengambil sampel beberapa helai pakaian yang baru dibeli dari department store, mulai celana panjang, pakaian dalam, hingga baju, yang masing-masing dibeli dari toko pakaian yang berbeda.
Dr Phillip Tierno, kepala departemen Microbiology and Immunology Universitas New York yang memimpin penelitian tersebut, menemukan banyak bakteri di semua bagian pakaian itu. ”Di sebuah jaket saya menemukan bukti adanya feses, bakteri kulit, dan bekas ludah, terutama di bagian lipatan ketiak dan bagian bokong,” tuturnya. Sedangkan pada atasan dari bahan sutra, ia menemukan semacam organisme yang biasa ditemukan di vagina, kuman, dan bahkan tinja.
Mungkin ini akan membuat Anda bertanya-tanya, apa yang dilakukan orang saat mencoba pakaian-pakaian tersebut di kamar ganti. Apakah sebelumnya mereka menggunakan toilet umum, dan tidak membersihkan diri dengan cermat sehingga kotoran tertinggal di pakaian? Entahlah, penelitian tidak menunjukkan hal tersebut.
Yang terlihat dari penelitian tersebut adalah bahwa kuman dan bakteri bisa bertahan beminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, pada pakaian. Hal ini menunjukkan bahwa pakaian itu telah dicoba begitu banyak orang, dan sudah pasti mereka pun terkontaminasi bakteri. Ketika Anda mengepas pakaian, bukan tak mungkin Anda juga menyentuh lipatan ketiak atau keliman pada bagian paha bukan?
Lalu apa yang diakibatkan oleh kontaminasi bakteri tersebut pada diri Anda?
Akibat langsung yang tidak berbahaya mungkin hanya diare. Namun pakaian yang membawa virus seperti norivirus dan bakteri MRSA bisa menyebabkan kerusakan yang parah, bahkan kematian. MRSA adalah bakteri yang tahan terhadap penicillin, yang sering ditemukan pada para atlet. Awalnya hanya berupa lebam-lebam kemerahan, namun bisa berkembang menjadi nanah. Infeksi ini kerap ditemukan di rumah sakit, gym, dan tempat-tempat lain dan menular dari orang ke orang.

Dari fakta di atas, setidaknya mulai sekarang anda akan mengubah kebiasaan memakai pakaian baru tanpa dicuci….
(dari Kompas, 15 januari 2010)