Siapa tak kenal yoghurt? Susu asam yang berasa asing bagi yang jarang mengkonsumsinya. Berawal dari kondisi saya yang mengalami Lactose Intoleran maka saya coba untuk membuat yoghurt sendiri, kan juga pengen minum susu. Harga yoghurt tidaklah semurah yang kita kira meskipun mudah sebenarnya membuatnya. Dengan bakteri asam laktat di dalamnya (Lactobacillus dan Bifidobactrium) sangat baik bagi kesehatan pencernaan, mencegah ostoeporosis, penuaan dini serta berbagai manfaat lainnya. (Untuk yang mengalami Lactose intoleran seperti saya, ini juga baik dikonsumsi).

Bahan :

  1. 1 L susu sapi (saya beli langsung dari Koperasi Susu di Ungaran dengan harga Rp.3300,- per liter)
  2. Starter Lactobacillus yang saya dapatkan dari yoghurt kemasan ( saya pakai merk Danone pilih yang plain  dan tersedia di supermarket) atao bisa juga membeli di laboratorium seperti di Lab TP UGM (promosi…) karna jauh makanya mending beli yang udah jadi dulu…

Alat :

  1. Panci
  2. Kompor
  3. Termometer (saya tidak memakai karena tidak punya)

Cara membuat :

  1. Pasteurisasi susu selama 10 menit (jangan sampai mendidih kira-kira 70-80°C)
  2. Diamkan beberapa waktu sampai mencapai suhu 40°C (hangat kuku)
  3. Tambahkan starter bakteri asam laktat sebanyak 5% dari susu yang akan dibuat yoghurt
  4. Tutup dengan alumunium foil sampai rapat.
  5. Biarkan sampai 12-20 jam dalam suhu ruang ( sebenarnya bakteri asam laktat baik tumbuh pada suhu hangat 40-50 °C jadi saya letakkan di dekat kompor) hingga terbentuk jendalan dengan aroma khas yoghurt.
  6. Yoghurt yang sudah jadi akan terlihat jika cairan yang terpisah dari jendalan tidak lebih dari 20%.
  7. Simpan dalam lemari es jika sudah jadi (jangan disimpan di freezer, bisa rusak proteinnya)
  8. Selamat mencoba…murah…mudah dan bermanfaat bagi kesehatan

catatan : alat yang dipakai harus disterilisasi dulu kalo yoghurt tidak jadi (cairan >20 % jangan dikonsumsi pertanda yoghurt gagal dan coba lagi.

Inilah bukti kalo  mata kuliah Industri Makanan Fermentasiku dapat A….haaaa