Bukannya ku sok cuek ato gimana. Kenapa sih orang-orang pada ribut soal pileg….Jadi bingung. Mereka yang berkepentingan sih boleh-boleh aja. Tapi kalo rakyat kecil ikutan ribut-ribut soal perolehan suara, itu aneh. Iya kalo caleg yang dibela itu ngerti, lha kalo tidak. Ah nambahi pikiran wae.
Oh ya, ada hal yang jadi keheranan publik. Saat Partai Demokrat bisa unggul, apakah ada “Rekayasa”. Wow… bener2 jadi bahan pembicaraan yang hangat sampai ke pedagang pasar (soalnya ibuku pedagang, jadi ya ngerti lah). Tapi tengoklah sebentar apa yang ku tahu.
Seorang tetanggaku, buta huruf padahal dia masih terhitung di bawah usia ibuku jauh, sekitar 40an. Tiba-tiba datang ke rumahku dan bertanya, “Mbak,Partai Demokrat ki sing endi?”
Tentu saja diberi tahu oleh ibuku letak gambar dan nomernya. Dan ibuku bertanya, “Ngopo to, Yah. Rep milih Demokrat,po?”.
Dan Mariyahpun menjawab, “Hooh. Rak partaine Pak SBY, ben Pak SBY dadi presiden maneh. Wong oleh BLT kok, Mbak”.
Oho, ternyata itulah alasan orang-orang kecil sperti Mariyah. Dan entahlah berapa banyak Mariyah-Mariyah lain di negeri ini. Mereka yang belum paham bahwa pileg itu tidaklah sama dengan pilpres.
Semoga damai selalu di negeri ini…