Akhirnya, setelah hampir setahun ku menikah dengannya., baru hari ini dia mengakui kalau sambel tomatku ternyata uenak. Selama ini cuma sambel buatan ibuku, yang sreg di hatinya. Padahal ku dah coba persis kaya ibuku buat. Tapi selalu gagal, akhirnya kupake cara praktis. Tiap kali pulang ke rumah ortuku (1 atau 2 minggu sekali), ku selalu merengek minta dibuatin sambal tomat. Digoreng sekalian biar bisa awet sampe seminggu. Walah-walah, suamiku itu memang pencinta berat masakan ibuku. Makanya kalau kita liburan 3 hari saja di rumah ortuku, bisa naik 1 kilo. Bayangin aja kalau sebulan… hehehe. Percobaan pembuatan sambal tomatku yang akhirnya sukses,  resepnya :

Bahan :

– Tomat merah 1 ukuran sedang (belah menjadi 2)

– Cabai merah 3 buah (kerat)

-Cabai rawit merah 3 buah (kerat)

-Bawang merah 3 siung (kerat)

-Bawang putih 2 siung (kerat)

-Garam  1/4 sdt

-Gula jawa 2 sdm

– Terasi  1/4 sdt  (bila suka)

Cara Pembuatan :

1. Goreng terlebih dahulu bawang merah, bawang putih, cabai, dan terasi sampai layu.

2. Uleg bawang merah, bawang putih, cabai, terasi, garam, tambahkan  gula jawa uleg sampai halus kemudian baru tomat diuleg sampai halus.

3. Bila ingin dapat bertahan lama, dapat digoreng dengan sdikit minyak sampai kadar air berkurang.

Sambal yang kubuat memang tidak terlalu pedas karena kami bukan keluarga pencinta cabai, padahal di pekaranganku tanaman cabai rawit sangat banyak dan semua berbuah.  Sengaja kutanam dalam polybag, selain bisa untuk bumbu dapur dapat juga sebagai tanaman hias terutama kalau pas berbuah dan merah-merah… cuantik. Apalagi semuanya ku tanam tanpa pupuk buatan…organik gitu kata orang. Sampai sering kujual ke pasar, lumayan dapat tukeran sayuran… (kembali ke masa sistem barter)…