Tahu dan tempe bacem merupakan makanan kesukaan bapakku. Saat masih KKN waktu itu di Desa Wisata Sambi, di kaki gunung merapi hampir setiap hari kuharus makan bacem. Ibu tempat kami menginap hoby banget bikin bacem. Karena kami ber 12, pasti ada stock bacem 1 panci ukuran guedhe. Sering diriku sama temanku Paijo, makan ini bacem tanpa digoreng. Habis bawaannya laper, Kabupaten Sleman Kecamatan Pakem tepatnya Desa Pakembinangun Dusun Sambi, itukan dingin, padahal kerja kami berat banget, meski perempuan ku ikutan bikin plang dan bersihin got sama bapak- bapak. Emansipasi. Maklum ku sangat mencintai lingkungan, sampai-sampai ku rela membuat lubang buat nanam pohon di sepanjang sungai kuning. Oya, kalau kalian sedang berwisata ke daerah Kaliurang di kaki Gunung Merapi pasti takkan pernah melupakan makanan jadah dan tempe bacem. Paduan yang pas sekali…Jadi inget memory KKN Tematik Desa Wisata Tahun 2004… Kembali lagi ke resep tempe bacem :

1. Bahan :

– Tempe 10 potong (5 cm x 5 cmx 2 cm)

-Tahu 5 potong (5 cm x 5 cm x 2 cm)

– Air kelapa 1500 cc atau dapat juga air biasa

2. Bumbu

– Bawang merah 8 siung

– Bawang putih 4 siung

– Asam jawa 1 sdt

– Lengkuas 5 cm, geprak

-Daun salam 3 lembar

– Ketumbar 1 sdt

– Garam 1 sdm

– Gula Jawa 1,5 ons

– Minyak goreng 250 ccc

Cara membuat :

1. Haluskan ketumbar, bawang merah, dan bawang putih

2. Rebus semua bumbu beserta tahu dan tempe hingga matang.

3, Goreng dalam minyak panas dengan api kecil sampai kecoklatan. Usahakan semua bahan tercelup sempurna dalam minyak.

Siap di hidangkan sebagai lauk maupun snack dengan cabai rawit hijau.