ABSTRAK

Kubik leadership adalah kepemimpinan yang mengacu pada satuan isi sebuah ruang tiga dimensi yang mengacu pada tiga anatomi kepemimpinan hidup manusia, yaitu keyakinan, aksi dan pekerti manusia sehingga kita menjadi manusia yang utuh lengkap dan sempurna.

Manusia merupakan mahkluk Allah yang diberikan kebebasan untuk memilih dan diberikan kekuatan yang sama.

Pilihan dan kekuatan yang dipilih manusia akan menghasilkan sesuatu sebesar apa yang telah dikeluarkan apakah itu positif atau negative. Manusia yang sukses adalah yang mempunyai pondasi yang kuat dalam pilihan hidupnya sehingga akan menjadikan dirinya menjadi manusia yang mulia. Untuk menjadi manusia yang mulia maka harus mengabaikan hawa nafsu dan mengutamakan kemampuan, prestasi dan iklas.

Usaha yang harus dilakukan adalah dengan berilmu, bersyukur dan bersabar serta ditunjang dengan melakukan:

1) Meningkatkan Kerja Keras, kerja keras memerlukan stamina yang kuat, kedisiplinan, keberdayagunaan, ketersediaan diri yang tinggi,

2) Meningkatkan kerja cerdas, Kerja cerdas memerlukan sebuah kemampuan yang sekaligus dapat berperan sebagai cara kerja, untuk arah perbaikan melalui 3 jenis kompetensi utama yaitu menggunakan expertise, mengkapitalisasi aset, keberperanan di pasar epos,

3) Meningkatkan kerja iklas dengan cara bersihkan wadah, isi wadah, perbesar wadah, harumkan wadah berpikir positif,

4) Bersikap yang baik dengan cara berperilaku positif, produktif, Sikap dan prilaku konstribusi.

BAB I.

KUBIK LEADERSHIP

Apa itu Kubik Leadership ?

Kepemimpinan dalam kubik leadership adalah kemampuan untuk menentukan kemana hidup akan diarahkan, apa-apa saja yang ingin kita lakukan dalam hidup ini dan jalan mana yang harus kita tempuh untuk mencapainya. Sedangkan kata kubik mengacu pada satuan isi sebuah ruang tiga dimensi yang terdiri dari sumbu x, y dan z. Ketiga sumbu itu mengacu pada tiga anatomi kepemimpinan hidup manusia, yaitu kepemimpinan terhadap keyakinan, aksi dan pekerti manusia.

Tiga anatomi kepemimpinan hidup inilah yang membuat kita menjadi manusia yang utuh lengkap dan sempurna. Yang dimaksud dengan keyakinan (faith) adalah seperangkat prinsip atau nilai yang sekaligus menjadi misi suci hidup. Aksi adalah aktifitas nyata yang didasarkan pada seperangkat aturan hidup. Sedangkan pekerti adalah sikap mental yang melahirkan kecenderungan prilaku sehari-hari.

Peta Kubik Leadership

Bab ini membahas tiga anatomi kepemimpinan hidup manusia dimulai dari pimpin keyakinan, dilanjutkan dengan pimpin aksi dan terakhir pimpin pekerti.

  1. Pimpin Keyakinan

Ada 3 prinsip yang harus diyakini yaitu prinsip manusia, prinsip alam dan prinsip tuhan. Prinsip manusia akan mengajak kita memahami pilihan hidup serta membantu mengarahkan hidup untuk meraih sukses jangka panjang. Prinsip alam akan mengajak kita melihat bagaimana alam ini bekerja dan bagaimana kita dapat memanfaatkan hukum alam yang ada untuk menghadirkan keberuntungan dalam hidup. Sedangkan dalam prisip Tuhan anda akan diajak melihat kaitan erat antara Tuhan dan mahluknya serta bagaimana anda bisa mengakses energi Tuhan untuk memperoleh kekuatan tanpa batas.

  1. Pimpin Aksi

Dalam pimpin aksi ada konsep 3dimensi etos kerja yang disebut dengan 3 As yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklas. Dengan bekerja sistim 3 As maka kita akan mampu memikul beban kerja berlipat-lipat kali tanpa mengeluarkan energi yang banyak serta dapat menjalankanya dengan gembira.

  1. Pimpin Pekerti

Keyakinan dan aksi akan memberikan dan melejitkan kekuatan sedangkan pekerti menjaga kesuciannya. Dalam pimpin pekerti anda akan diajak untuk bagaimana bersikap yang terdiri dari 3 jenis sikap yaitu sikap positif, produktif dan sikap kontributif.

Manfaat Kubik Leadership

Dengan menerapkan Kubik Leadership setidaknya kita akan mendapatkan hal-hal sebagai berikut :

1. Mampu memiliki keyakinan diri yang kuat berkaitan dengan arah hidup anda serta menjalani hidup yang lebih istimewa

2. Mampu meningkatkan kapasitas diri secara maksimal sehingga mampu mengerjakan pekerjaan besar yang awalnya dianggap mustahil

3. Mampu mengkapitalisasi semua sumberdaya yang ada pada diri anda dan lngkungan secara oftimal untuk mendukung misi yang dijalankan dalam hidup anda.

4. Mampu memberi manfaat sebesar-besarnya serta menjadi sumber energi positif yang tiada habisnya untuk diri anda dan lingkungan, sehingga hidup anda akan diipenuhi berbagai keberuntunganyang besar.

Buku Ini Memiliki Tiga Fungsi

Pertama, sebagai peta, tepatnya sebagai peta dari perjalanan hidup anda. Pilihan-pilihan

Apa yang dapat diambil dan kemana arah dari setiap kelokan jalan yang akan dituju. Walaupun demikian, peta ini juga menujukan jalan mana yang dapat anda tempuh untuk meraih sukses dan kemuliaan hidup. Kedua sebagai alat bantu untuk dapat menembus berbagai keterbatasan dan meraih prestasi besar. Ketiga sebagai pengingat, penjaga dan pembimbing untuk mendapat kemuliaan hidup, terhindar dari semua hal yang merusak dan dapat membimbing anda agar senantiasa berada di jalan kemuliaan.

Tetaplah Lapar, Tetaplah Bodoh

Orang lapar adalah orang yang paling mampu mensyukuri arti sesuap nasi, orang lapar tahan banting, orang lapar akan berusaha dengan segenap kemampuannya meraih hidup yang lebih baik.

BAB II

VALENSI

Adalah sebuah istilah yang mencerminkan ukuran dari kapasitas diri manusia. Apa yang membuat kita sukses ? Sejarah pencarian rahasia menganggap kecerdasan intelektual sebagai faktor yang punya sumbangan besar pada sukses seseorang. Lain waktu mentalitas seperti kemauan kuat, kegigihan, keuletan dan keberanian mengambil resiko dianggap lebih berperan dari kecerdasa.. Belakangan hadir kecerdasan emosi dianggap lebih hebat dari kecerdasan intelektual. Dan yang terakhir sukses sering dikaitkan dengan tingkat spiritualitas seseorang.

Manusia adalah mahluk yang komplek dan harus dipandang secara utuh (holistik). Memandang secara parsial sangatlah tidak bijaksana, sehingga ketika membicarakan manusia, kita harus menyertakan semua unsur yang membentuk kemanusiaanya. Jika menghilangkan salah satu unsur saja maka akan menjadikannya ” Less Human” yang membuat analisa tentang kapasitas manusia menjadi cacat dan sumir.

Dalam membicarakan rumus sukses dalam buku ini digunakan kata yang mewakili keseluruhan kapasitas manusia yaitu kata valensi yang berasal dari bahasa latin Valentia yang berarti kekuatan ( power ) atau kapasitas ( capacity ).

Secara sederhana valensi merupakan takaran atau bobot diri kita. Ketika sedang ada yang menakar kemampuan diri kita, berarti dia sedang memberikan nilai pada valensi kitadan jika anda sedang interview karyawan, maka cara itu merupakann cara anda untuk menentukan nilai valensinya. Setiap orang memiliki valensi yang berbeda-beda. Valensi yang dimiliki akan mempengaruhi tingkat sukses anda. Orang yang bervalensi tinggi, berpeluang lebihbesar untuk meraih sukses. Untuk memahami valensi yang lebih baik, dibawah ini ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan valensi.

  1. Valensi adalah modal kerja yang paling utama

Sebagian orang mengatakan, modal paling penting adalah kapital, Itu tidak benar karena uang tidak bisa dijalankan dikembangkan untuk usaha tanpa valensi yang dimiliki seseorang. Orang yang bervalensi tinggi dapat memanfaatkan apapun yang mereka miliki sebagai aset untuk meraih sukses. Valensi seseorang dapat dibandingkan / diukur dengan cara antara lain dengan cara melihat keberhasilan manusia baik sebagai karyawan atau sebagai pengusaha.

  1. Valensi adalah kekuatan dan dan keterbatasan anda

Valensi anda adalah kekuatan anda, itu pasti. Dengan Valensi, anda dapat melakukan banyak hal, termasuk menjadikan investasi Rp. 200 juta bisa menghasilkan keuntungan Rp. 1 miliar dalam lima tahun. Valensi anda banyak berperan dalam kesuksesan itu. Valensi anda juga telah membuat ana mudah bangkit dari berbagai kegagalan. Namun Valensi anda juga merupakan keterbatasan diri anda. Apa maksudnya? Begini! Katakanlah nilai Valensi anda 100. Valensi itulah yang telah membuat anda mampu menjadikan investasi Rp. 200 juta menghasilkan keuntungan 1 Miliar dalam lima tahun. Itulah kekuatan Valensi anda.

Namun nilai Valensi anda ”hanya” senilai 100, maka anda tidak mampu mencetak keuntungan Rp. 5 miliar. Berbeda dengan seorang pengusaha yang ternyata memiliki Valensi 200, sehingga dalam waktu lebih singkat ia mampu mencetak keuntungan Rp. 5 miliar. Dalam hal ini, Valensi anda menjadi keterbatasan anda. Tingkat Output yang bisa anda hasilkan telah ”ditakar” sesuai Valensi yang anda miliki. Jadi, Valensi anda adalah kekuatan sekaligus keterbatasan anda

Mike Tyson dikenal sebagai seorang petintu kelas berat dunia. Dengan Valensi fisiknya yang luar biasa, kemenangan-kemenangan mudah didapatkannya. Tapi semua orang mengetahui bahwa kehebatan Tyson tidak lepas dari bantuan dan didikan dari Cus D’Amato yang berpera bukan hanya sebagai seorang pelatih, tetapi sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri. D’Amato tidak hanya melatih fisik Tyson, tapi juga membentuk mentalnya. Ketika pada 1985 D’Amato meninggal, Tyson kehilangan pegangan. Tyson menjadi labil, tidak terkontrol dan cenderung liar.

Pada 11 Juni 2005, Tyson resmi mengundurkan diri dari dunia tinju. Kehebatan fisik hanyalah sebagian dari apa yang membentuk Valensi. Tyson mungkin memiliki kemampuan fisik luar biasa, tetapi dia memiliki mental yang sangat lemah. Kelemahan mental inilah yang menjdikan nilai total Valensi Tyson rendah. Valensinya telah menbuatnya menjadi juara tinju dunia, tetapi Valensinya jugalah yang telah menjatuhkannya.

  1. Valensi adalah kemudi hidup anda

Valensi akan menentukan arah kehidupan kita. Valensi juga bisa menentukan target apa yang hendak dicapai di dalam hidup kita. Suatu ketika saya memberi pelatihan kepada penghuni LP Anak Tangerang. Mereka rata-rata berusia 17 tahun, berpendidikan SMP, dan berasal dari keluarga miskin. ” Apa mimpi besar kalian?” tanya saya. Sebagian menjawab, mau jadi buruh di pabrik konveksi. Yang lain menjawab, membuka kios jahit, atau membuka toko kue kecil-kecilan. Saya Tanya lagi, apakah tidak mau punya pabrik konveksi, atau supermarket besar. Mereka menggeleng, tidak mungkin! Bisa diterima kerja aja udah syukur banget, begitu jawab mereka.

Saya jadi mengerti, bahwa siapapun, termasuk saya, tidak bisa memaksa mereka memiliki target hidup lebih tinggi dan lebih berani. Arah dan target hidupnya telah ditentukan oleh Valensi mereka sendiri. Dan jawaban mereka merupakan cerminan dari Valensi yang mereka miliki.

Cerita lain tentang seorang supir yang sudah lebih dari 15 tahun bekerja pada ayah saya. Saya tanya, apa yang paling ingin ia lakukan dalam hidupnya. Ia menjawab, pulang dan menanam pohon salak di kampung. Lain halnya dengan sopir pengganti. Majikannya terdahulu seorang pejabat BUMN yang menawarinya bekerja sebagai sopir resmi perusahaan dan juga sebuah rumah.

Tapi apa yang terjadi? Tidak lama kemudian dia justru minta berhenti bekerja! Alasanya? Coba bayangkan! Dia tidak mau jadi sopir seumur hidup, karena tidak memiliki waktu luang untuk melakukan apa yang paling dia inginkan dalam hidupnya. Setelah beberapa lama menganggur, dia mendapat pinjaman modal Rp.4 juta untuk membuka warung soto didepan kantor ayah. Di waktu luang, ia juga menjadi sopir pengganti, untuk mengumpulkan tambahan modal usaha.

Sekarang selain warung soto, dia sudah memiliki kantin di kantor Pertamina dengan satu karyawan. Saya tanya apa rencananya ke depan? Dia jewab, ingin buka restoran di Jalur Pantura dan lokasi strategis lain di Indonesia. Dari cerita ini, kita bisa simpulkan, dua orang supir dengan umur yang relatif sama, tapi memiliki arah hidup yang sangat berbeda. Apa yang membuat mereka berbeda? Anda sudah tahu, Valensinya!

  1. Valensi menentukan kelas persaingan diri anda.

Valensi yang anda miliki menentukan arena dan lawan anda bersaing. Anda cenderung berkompetisi dengan orang-orang yang memiliki tingkat Valensi sama. Seorang pengusaha yang memutuskan menjadi pemain lokal tidak berfikir bermain di tingkat nasional apalagi internasional. Keputusan itu dipengaruhi oleh nilai Valensinya. Ini berbada dengan pengusaha yang sejak awal sudah mematok untuk bermain di tingkat internasional. Walaupun usahanya baru dimulai dengan modal seadanya, dia berani menargetkan akan menguasai pasar internasional. Keranian bersaing di tingkat ini tentu merupakan wujud dari nilai Valensinya yang tinggi.

Apabila anda seorang profesional, coba lihat dengan siapa anda berani bersaing. Apakah anda hanya berani bersaing dengan rekan kerja satu level saja? Ataukah anda berani bersaing dengan atasan atau bahkan dengan direktur anda? Apabila direktur memanggil dan meminta anda anda mempresentasikan ide dihadapan seluruh dewan direksi, apakah anda merasa khawatir? Takut kalau hal itu bisa menunjukkan kelemahan diri andadan bisa menghambat karir anda? Atau sebaliknya, anda menjadi bersemangat dan melihat hal itu sebagai kesempatan untuk kemampuan dan adu pemikiran dengan dewan direksi?

Kalau jawaban anda adalah yang pertama, berarti anda belum berani bersaing pada level itu. Namun kalau jawaban anda yang kedua, selamat! Anda memiliki potensi meningkatkan nilai Valensi anda menjadi seperti nilai Valensi yang dimiliki oleh para dewan direksi.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas menunjukkan bahwa Valensi anda memberikan suatu reaksi otomatis terhadap cara anda merespons suatu keadaan. Cobalah tengok masa lalu, bagaimana selama ini anda merespons berbagai keadaan yang menimpa diri anda? Fight or flight? (menghadapinya atau lari darinya?) kalau memilih untuk fight, bagaimana cara anda melakukannya? Jawaban anda bisa menjadi indikasi yang baik akan ”takaran”diri anda yang sebenarnya!

  1. Valensi anda cenderung tetap

Nilai Valensi cenderung tetap. Banyak orang merasa nilai Valensinya bertambah seiring bertambahnya usia. Ini tidak benar. Ingat saja kata-kata dalam sebuah iklan rokok baru-baru ini: ”Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan!” .Artinya seseorang bisa 20 tahun lebih tua, namun nilai valensinya tetap tidak berubah, kalaupun ada perubahan itu hanya perubahan kecil yang kenaikannya tidak signifikan.Valensi cenderung tetap karena dia seperti karang semen yang menempel pada kepala kita, sehingga valensi sering menjadi sebuah konstanta diri kita, dia cenderung tetap dan tidak berubah.

Mengapa Belum Sukses ?

Kesuksesan berbanding lurus dengan valensi kita. Banyak orang berfikir dengan menambah pengetahuan, maka valensi kita secara otomatis bertambah, sehingga kesuksesan mudah diraih. Kenyataannya pengetahuan hanyalah salah satu faktor pembentuk valensi. Mengubah valensi itu tidak mudah, tetapi tidak mudah bukan berarti tidak mungkin.

Memperbaiki nasib

Apabila anda mampu meningkatkan valensi, maka akan semakin terbuka kesuksesan dan jalan hidup yang lebih baik, tetapi bila tidak mampu meningkatkan valensi masih ada cara untuk memperbaiki nasib yaitu dengan memperbaiki metode kerja sehari-hari. Ada tiga pilihan cara untuk memperbaiki nasib anda. Pertama meningkatkan valensi anda, kedua , perbaiki cara hidup anda dengan menggunakan strategi dan teknik sukses tertentu.

Ketiga dan ini yang terbaik, adalah lakukan cara pertama dan kedua secara bersamaan.

Meningkatkan Valensi

There is a difference between knowing the path and walking the path. Jika hanya sekedar untuk mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meraih sukses, adalah tidak cukupm karena ada perbedaan besar antara mengetahui dengan melakukan. Demikian juga ada perbedaan antara mencoba melakukan dengan sungguh-sungguh melakukan. Mencoba melakukan sama artinya dengan mempersiapkan diri untuk gagal, karena anda akan mudah menyerah ketika kesulitan datang.

Empat Tahap Meningkatkan Valensi

1. Kenali faktor yang membentuk dan menghambat valensi anda.

Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan menyumbangkan 80 prosen pembentukan valensi, sedangkan keturunan atau genetik hanya 20 prosen. Artinya valensi dapat meningkatkan valensi, sekaligus bisa menghambat bahkan bisa merusaknya.

2. Takar valensi anda

Sampai saat ini belum ada satu alatpun yang dapat mengukur tingkat valensi seseorang dan tidak percaya kalau ada orang yang dapat mengukur dengan tepat nilai valensinya, karena faktor yang membentuk kapasitas manusia terlalu komplek. Yang dapat dilakukan adalah dengan cara membuat perkiraan-perkiraan subyektif yaitu dengan membandingkan prestasi diri anda dengan prestasi orang lain dalam kondisi dan situasi yang sama. Cara lain adalah dengan mengisi tabel indek valensi ( pada lampiran 2 buku ini ). Dari situ anda dapat gambaran tentang valensi anda dengan skala 1 sampai 4.

3. Pimpin perubahan dengan metode kubik leadership.

Lakukan perubahan dalam diri anda dan pimpin perubahan itu agar terarah dan bisa dipertanggung jawabkan.

4. Kenali hasilnya, kemudian jadikan modal untuk naik ke tingkat valensi yang lebih

Tinggi dan selanjutnya lakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Libatkan diri anda kedalam pekerjaan besar yang mustahil bisa dikerjakan

b. Bersaing pada tingkatan yang lebih tinggi / dengan yang valensinya lebih.

c. Ambil resiko dengan memlai hal positif yang bersekala besar dan diidamkan.

d. Bertemanlah, bersahabat dengan orang yang bervalensi tinggi dan bergurulah.

BAB III

PRINSIP MANUSIA

Manusia merupakan mahkluk Allah yang diberikan kebebasan untuk memilih apakah akan memilih untuk memperoleh kebaikan atau keburukan. Kebebasan untuk memilih ada didalam seti.p diri manusia dalam bentuk dorongan, Dorongan untuk berbuat, Dorongan untuk berbuat ini disebut juga dengan motivasi.

Motivasi yang dilakukan manusia dipengaruhi oleh faktor untuk memperoleh kenikmatan, faktor ini merupakan kodrati manusia, faktor ingin memperoleh kenikmatan disebabkan karena manusia ingin memiliki prestasi, ingin kaya dan ingin mampu. Untuk memperoleh kenikamatan ada 2 jalan yang dilakukan manusia yaitu sukses jangka pendek dan sukes jangka panjang.

Sukses jangka pendek adalah kesuksesan yang diraih dalam waktu cepat namun tidak memiliki akar/fondasi yang kuat sehingga kemungkinan akan roboh itu sangat besar sedangkan sukses jangka panjang adalah kesuksesan yang dibangun diatas fondasi yang kuat sehingga mampu melewati segala macam tantangan.

Untuk memperoleh kenikmatan jangka panjang tidaklah mudah karena ada beberapa faktor penghambat yang akan menimbulkan permasalahan diantaranya adalah:

1. To Have: To have yang sangat tinggi akan menyebabkan :

To be dan valensi terbatasi.

Membuka pintu kesesatan

Merusak to be dan valensi

Kehancuran

2. Pencegahan yang bisa dilakukan dengan mengabaikan To have, jangan pernah sedikitpun didalam bekerja kita memberikan energi pada to have karena to have akan memberikan hal-hal negative dan akan menyebabkan kita tidak memiliki to be dan valensi serta yang terpenting to have pasti akan mengikuti to be dan valensi.

Agar kenikmatan jangka panjang dapat diperoleh maka yang harus dilakukan adalah: Fokus pada to be dan valensi, karena to be dan valensi adalah kemuliaan, sehingga dengan focus pada to be dan valensi maka to have dan kemuliaan pasti didapat.

Profesionalisme vs Ekpert

Definsi profesionalisme adalah sikap yang ditunjukkan dari seseorang professional. Profesional berasal dari kata profesi yang artinya ada sebuah jenis pekerjaan spesifik yang untuk mengerjakan dibutuhkan kemampuan khusus. Seorang yang professional adalah orang yang mendapatkan bayaran untuk menjalankan profesi tersebut. Dengan demikian seorang yang professional adalah orang memiliki motivasi jangka pendek. Sehingga profesionalisme memiliki kelemahaan karena unsur to have yang melekat padanya.

Definsi Ekpert adalah orang yang berorientasi pada pencapaian to be dan peningkatan valensi semata yaitu orang yang terus menerus ingin menambah prestasi dalam profesinya. Seorang ekpert akan mengabaikan to have karena ia akan puas dengan pekerjaan dan ilmu yang diperolehnya.

Untuk menjadi ekpert maka harus ada keinginan pada diri manusia antara lain:

  1. Berilmu artinya memperbanyak ilmu dan pengalaman
  2. Bersyukur artinya mampu memanfaatkan semaksimal mungkin segala pemberian tuhan kepada kita.
  3. Bersabar: artinya menekan keinginan dan dorongan kesenangan duniawi

Untuk melakukan itu semua tidak mudah oleh karena itu harus memiliki kemauan untuk memperoleh prestasi besar yang ingin dicapai dalam hidup, karena dengan memiliki kemauan untuk memperoleh prestasi dalam hidup itu memiliki manfaat:

  1. Mengarahkan aktivitas to be dan meningkatkan valensi
  2. Memfokuskan kemampuan kita
  3. Memberikan motivasi untuk berjuang

Untuk memperoleh prestasi besar yang akan dicapai maka harus berdasrkan panggilan nurani karena nurani adalah panggilan hidup sejati yang akan selalu kontektual pada masa lampau maupun kondisi apapun.

BAB IV

PRINSIP ALAM

HUKUM KEKELAN ENERGI (HKE)

Definsi energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Bentuk energi : cahaya, panas, suara, listrik, mekanikal, kemikal, elektromagnetik. Jumlah energi dialam bersifat tetap. Tetapi energi dapat berubah bentuk mengahasilkan sesuatu.

HKE pada manusia, manusia memiliki energi dalam jumlah yang sama tetapi pemanfaatanya berbeda pada setiap manusia. Energi yang dikeluarkan manusia maka akan menghasilkan energi yang sama.

Energi manusia memiliki energi yang memberikan kebebasan manusia untuk berbuat, energi yang ada didiri manusia tidak hanya energi kuantitatif tetapi juga kualitatif, energi kualitatif merupakan energi untuk berbuat apakah perbuatan baik yang akan dilakukan ataukah perbutan buruk. Dari perbuatan yang dilakukan tersebut apa bila perbuatan baik(energi positif) maka kita akam memperoleh energi positif kembali tetapi apa bila yang kita keluarkan energi negatif maka yang kita peroleh juga energi negatif. Energi yang kita peroleh berdasarkan energi yang kita keluarkan tersebut tidak selalu bersamaan kita menerimanya tetapi energi ini bisa berbentuk tabungan yang akan keluar suatu saat dan energi ini sifatnya tertutup yaitu tidak akan diterima orang lain.

Jika kita mengeluarakan energi positif pada seseorang atau organisasi maka kita akan mengahasilkan energi positif melalui orang/perusahaan yang telah kita tolong tetapi bisa juga melalui orang lain. Oleh karena itulah mari didalam hidup, kita gunakan energi kita untuk hal-hal yang positif seoptimal mungkin sehingga nanti suatu saat kita akan memperolehnya dengan hasil yang optimal pula.

BAB V

PRINSIP TUHAN

Dengan motivasi jangka panjang yang kita miliki dan mengoptimalkan energi positif maka kita berharap bisa menjadi manusia mulia. Definisi manusia mulia adalah mampu menjadikan hidup orang lain menjadi lebih baik.

Prinsip Tuhan adalah sebuah eksestensi dan prinsip-prinsip yang hanya dimilikiNya. Prinsip-prinsip itu diantaranya adalah:

1. Tuhan Mahaeternal: Tuhan adalah pencipta energi, zat azalai atau zat eternal yang tidak memiliki permulaan. Eksistensinya tidak disebabkan oleh segala sesuatu apapun yang kita ketahui

2. Tuhan Mahapositif: Tuhan selalu menciptakan dan memberikan energi positif pada manusia, jika ada manusia yang mengeluarkan energi negatif itu hasil manusia sendiri tidak campur tangan dari Tuhan

3. Tuhan Mahasumber:Tuhan menciptakan proses antara, sehingga Dia tetap berperan sebagai sumber diantaranya:

Sumber energi pertama yang diberikan Tuhan kepada mahkluknya pada awal terciptanya jagad raya hingga kiamat. Dan diturunkan dalam jagad raya tampa adanya penyimpangan. Energi nyataNya akan dapat diakses oleh mahklukNya melalui situs-situs tertentu atau melewati gardu-gardu tertentu sehingga energi Tuhan mampu diserap oleh unit-unit energi kecil yang ada pada manusia. Seluruh mahkluk bisa berperan jadi gardu epos dialam ini ada gardu-gardu espos special yang memiliki akses kepada energi Tuhan dengan besar sehingga mereka mampu mendistribusikan epos Tuhan dengan lebih besar. Gardu epos ini adalah manusia-manusia mulia yang ada disekitar kita.

Sumber energi kedua adalah ilmu pengetahuan dan hidayah, Sumber energi ini dapat kita peroleh dengan mendekatiNya dengan cara memantapkan keyakinan, memperbanyak ibadah, memperbaiki lafal dengan orang lain dan menjernihkan batin

Sumber energi yang ketiga adalah pengampunan atas kesalahan perbuatan manusia. Dengan adanya pengampunan maka tabungan energi negatif kita tidak akan dicairkan menjadi menjadi energi negatif yang akan kita peroleh.

3. Tuhan Maha Melimpah:Tuhan dalam memberikan energi kepada mahkluknya tidak pernah pilih kasih, semua diberikan sesuai dengan kemampuan untuk menampungnya. Disamping itu juga selalu memberikan pencerahan jiwa dengan melalui mengingatkan kepada mahkluknya agar selalu menggunakan energi positifnya.

Memaknai prinsip Tuhan

Manusia merupakan mahkluk hidup yang sempurna karena manusia memiliki unsur tuhan didalam dirinya. Unsur Tuhan inilah yang memungkinkan kita untuk dapat aktif mengakses epos Tuhan yang sangat besar, untuk kemudian mendistribusikannya kelingkungan sekitar kita. Agar kita bisa menjadi gradu epos yang baik maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

Bahwa manusia sebatas aksiden sehingga cukup sebagai garduNya.

Bahwa manusia sebagai garduNya sebatas kemampuan kita menjadi sumber nergi bagi lingkungan.

Bahwa manusia tidak bisa bersikap independent terhadap respon orang lain.

Keuntungan manusia menjadi gardu epos sebagai berikut:

Akan memperoleh 4-TA (Harta, tahta, kata dan cinta) lebih baik 4 TA ini harus kita cari sebanyak mungikin tetapi harus kita letakan dalam kontek untuk dijadikan asset agar menghasilkan epos yang lebih besar dan menjadi gardu epos pada tingkatan tertinggi.

Perjalanan hidup akan lebih baik

Akan dipenuhi keberuntungan,

Akan mampu menembus semua keterbatasan.

Agar bisa menjadi gardu epos maka dalam manusia dalam menjalani hidup harus bergantung kepada Tuhan sehingg Tuhan menyenangi kita. Dan kita harus mampu mendistribusikan energi yang peroleh dari tuhan kepada orang lain dengan iklas seperti Tuhan memberikan energi kepada manusia dengan melimpah dan iklas tampa keinginan timbal balik apapun. Peran manusia sebagai gardu epos akan menggunakan waktu dalam hidupnya menjadi gardu epos terus menerus tampa menyia- nyiakan waktu yang telah diberikan Tuhan karena Tuhan selalu memberikan energi sepanjang hidup kita. Untuk menjadi gardu epos kita dapat memulai dari hal-hal kecil yang kita mampu melakukanya.

BAB. VI

TIGA DIMENSI ETOS KERJA

Tantangan pemikiran : siapapun sesungguhnya mampu mengerjakan beban dua kali lipat atau lebih dengan waktu yang sama, tanpa energi tambahan dan dengan hati yang gembira.

Melakukan usaha yang baik dan bernilai maksimum, harus diawali dengan keyakinan yang mantap tentang baik-buruknya, benar-salahnya, tepat-tidaknya, manfaat-mudaratnya usaha kita. Keyakinan yang perlu ada adalah keyakinan yang sungguh-sungguh terhadap 3 prinsip utama, yaitu : Prinsip Manusia; Prinsip Alam; dan Prinsip Tuhan. Dengan modal keyakinan tersebut penyaluran energi akan lebih terarah dalam melakukan kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas (3 As) secara bersamaan dan berurutan sehingga kombinasi yang sempurna dari ketiga jenis kerja tersebut akan menghasilkan nilai jumlah usaha yang sangat besar.

Dalam Kubik Leadership, ketiga kerja itu disebut dengan Tiga Dimensi Kerja. Jika dikaitkan dengan tiga jenis “ber” yang telah diuraikan dalam Prinsip Manusia yaitu berilmu (peringkat terpenting), bersyukur (peringkat kedua), dan bersabar (peringkat ketiga) maka Tiga Dimensi Etos Kerja merupakan bentuk “ber” yang keempat yaitu berusaha.

Kubik Leadership memiliki definisi sangat jelas berkaitan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dalam menjawab tantangan pikiran tersebut diatas. Konsep dan kekuatan Tiga Dimensi Etos Kerja diilustrasikan dengan sebuah neraca timbang dengan titik tumpu tepat berada di tengah-tengah, memiliki beban sebesar A diujung kanannya. Apa yang harus dilakukan agar neraca timbang bisa tetap seimbang?

Dalam kerja keras, seberapa berat beban yang sanggup anda angkat akan tergantung dari seberapa besar energi yang anda miliki. Dalam kerja cerdas, anda mampu mengangkat beban yang lebih berat tanpa harus menggunakan energi tambahan, sedangkan dalam kerja ikhlas berarti mengeluarkan seluruh unsure-unsur negative dan ruang-ruang kosong (tanpa beban) dalam diri kita untuk kemudian diisi dengan kualitas unsur-unsur positif.

Dengan demikian jika anda melakukan 3 As secara bersama-sama maka anda akan mampu mengangkat beban seberat apapun, sehingga semakin keras, cerdas, dan ikhlas anda bekerja maka semakin besar pula beban pekerjaan yang mampu anda selesaikan.

Definisi :

1. Kerja Keras adalah bentuk usaha yang terarah dalam mendapatkan sebuah hasil, dengan menggunakan energi sendirisebagai input (modal kerja);

· Sumber kekuatan yang digunakan adalah kekuatan luar melalui indrawi tubuh.

2. Kerja Cerdas adalah bentuk usaha yang terarah dalam mendapatkan sebuah hasil, dengan menggunakan mesin kecerdasan (STIF : Sensing-Thinking-Intuiting-Feeling) sebagai daya ungkit prestasi kerja;

Sensing : Ketrampilan eksekusi

Thinking : Efektivitas kerja

Intuiting : Kapitalisasi sumberdaya/Aset

Feeling : Jalinan hubungan dan pembinaan tim kerja

· Sumber kekuatan yang digunakan adalah kekuatan dalam yang bersumber dari mesin otak.

3. Kerja Ikhlas adalah adalah bentuk usaha yang terarah dalam mendapatkan sebuah hasil, dengan menggunakan kesucian hati sebagai manifestasi kemuliaan dirinya.

· Sumber kekuatan yang digunakan adalah kekuatan paling dalam yang bersumber dari kalbu.

Ciri-ciri Pekerja Keras adalah memiliki stamina yang kuat serta kedisiplinan, keberdayagunaan, dan ketersediaan diri yang tinggi.

Ciri-ciri Pekerja Cerdas adalah kemampuannya untuk memperbesar skala, mengefektifkan sistem, mengkapitalisasi asetnya dan membina tim kerjanya.

Ciri-ciri Pekerja Ikhlas adalah memiliki kapasitas yang besar dan kejernihan pandangan. Selain itu hidupnya yang penuh dengan keberuntungan digunakan untuk memberi manfaat yang sebanyak mungkin.

Kesimpulan :

  1. Dengan menggunakan kekuatan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas maka kita akan mampu menciptakan prestasi-prestasi yang menakjubkan.
  2. Hasil dari kerja keras akan menjadi wadah bagi kerja cerdas dan kerja ikhlas, oleh sebab itu, sebelum melakukan kerja cerdas dan kerja ikhlas harus dibesarkan dulu wadahnya agar daya tampungnya besar. Sehingga selanjutnya kerja ikhlas akan melipatgandakan hasil usaha yang didapat dengan kerja keras.
  3. dalam melakukan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, kita harus memastikan bahwa aktifitas yang dilakukan tersebut dibenarkan oleh akal dan kalbu kita, hal ini untuk menghindarkan kita dari salah langkahyang bisa mencelakakan kita.

BAB. VII

MENINGKATKAN KERJA KERAS

Albert Einstein mengatakan bahwa 95% kontribusi terhadap kinerja merupakan hasil kerja fisik sedangkan sisanya hanya berkontribusi 5%. Beberapa teknik yang dipakai untuk meningkat kerja keras adalah :

Teknik Meningkatkan Stamina Diri

(cara mengelola energi dalam tubuh dengan baik) :

· Olah Napas

75T sel dalam tubuh manusia digerakan oleh O2 sebagai sumber energi. Bernapas dangkal /tidak optimalkan fungsi paru-paru berakibat:

L mudah lelah

L mudah terkena penyakit jantung

L mudah sering kesemutan, mati rasa atau otot kaku

pada leher, pundak, dan punggung

L sering bermasalah dengan perut

L mudah cemas dan panik

L mengalami halusinasi

L mimpi buruk dan berkeringat di malam hari.

· Olahraga

Bertujuan untuk membuat metabolisme tubuh bekerja secara sempurna (aerobik)

· Olah Makan

Bertujuan untuk meningkatkan daya stamina dengan memastikan bahwa semua bentuk makanan yang masuk kedalam tubuh dapat diolah secara sempurna dan menghasilkan energi yang maksimal serta menghilangkan segala bentuk kesia-siaan/kemubaziran.

· Detoksifikasi

Bertujuan untuk mengurangi tingkat asidosis dan kondisi keasaman tubuh yang tinggi sehingga rentan terhadap penyakit, cara melakukan detosifikasi adalah dengan berpuasa secara regular.

· Membangkitkan energi kedua

Merupakan energi metafisik yang dapat digunakan untuk me-recharge energi serta men-tune up proses penyaluran energi dalam tubuh. Energi metafisikini dapat diperoleh dengan mengatur frekwensi gelombang otak. Ada 3 cara membangkitkan energi kedua yaitu dengan :

Relaksasi alfa dengan meditasi dengan The Silva Method

Tidur teta dilakukan antara 15 sampai 20 menit (bukan tidur pulas)

Rangsangan energi gama dengan mendengarkan musik/simfoni klasik/senandung konser/lagu-lagu rohani maupun ceramah dan acara lain yang menggugah emosi sehingga dapat menciptakan keharmonisan sekaligus kesatuan dari seluruh proses aktifitas otak.

Teknik Meningkatkan Disiplin Diri …

· Bangun Loyalitas

· Tunjukan dedikasi pada apa yang dilakukan

· Buktikan integritas diri

Teknik Meningkatkan Keberdayagunaan Diri

· Latih konsentrasi dalam waktu lama

· Latih kemampuan mengatur gelombang otak

Teknik Meningkatkan Ketersediaan Diri

3 langkah untuk mulai memiliki ketersediaan diri yang tinggi :

· Sadarilah bahwa anda memiliki banyak peran

· Rencanakan bagaimana membagi waktu

· Latihlah daya empati anda.

BAB VIII

MENINGKATKAN KERJA CERDAS

Kerja cerdas adalah bentuk usaha terarah dalam mendapatkan sebuah hasil dengan menggunakan mesin kecerdasan sebagai daya ungkit prestasi kerja yaitu mampu menghasilkan lebih banyak output tanpa menambah energi yang dikeluarkan. Output yang dihasilkan tergantung dari kemampuan daya ungkit. Tinggi rendahnya daya ungkit ditunjukkan melalui : kemampuan memperbesar skala pekerjaan, kemampuan mengefektifkan sistem kerja, kemampuan mengkapitalisasi aset dan kemampuan membina anggota tim.

TENTANG KECERDASAN

Cara untuk memaksimalkan kecerdasan yaitu dengan menggunakan otak kita sesering mungkin, agar jutaan dendrit yang ada di dalamnya tersambung satu dengan lainnya. Caranya dengan belajar (membaca, diskusi, mempersepsi keadaan sekitar, terlibat persoalan rumit dan mencoba mencari solusi)

Siapakah orang cerdas itu?

1. Pengukuran 4 Quotient

Terdiri dari :

· Physical Quotient : untuk mengetahui tingkat kemampuan seseorang secara fisik

· Intelectual Quotient : untuk mengukur kecerdasan kuantitatif (berhitung, memecahkan soal rumit, mensistematiskan persoalan, menetapkan prioritas, menemukan kesalahan mikroskopis)

· Creativity Quotient : untuk mengetahui tingkat kreativitas seseorang (mencari alternatif, terobosan, inovasi baru)

· Emotional Quotient : mengukur kematangan emosi seseorang (kesabaran, menahan emosi, menyelami perasaan orang lain).

2. Penguasaan Kecerdasan Nurani

Spiritual Quotient (SQ)/tingkat spiritualitas berada pada tingkat lebih tinggi dari 4Q sebelumnya, berfungsi unitif yang menyatukan serta mengoptimalkan 4Q. Indikator orang ber-SQ tinggi adalah ketika dirinya mengetahui seberapa dekat ia dengan kematiannya. Orang berspiritualitas baik adalah orang yg selalu termotivasi berbuat baik.

3. Pendekatan Kompetensi Waktu

Kecerdasan dapat terlihat dari kompetensi seseorang memanfaatkan waktu yang berharga (unsubstitutive, unrenewable, untransferable, no saving). Manfaat waktu secara intrinsik : “kegunaan” waktu itu sendiri. Ekstrinsik : “lamanya” waktu tsb.

4. Kemampuan Menggeser Titik Tumpu (Valensi)

Menggeser titik tumpu (peningkatan valensi) yaitu berperan dalam jabatan baru yang lebih tinggi dari sebelumnya.

5. Empat Mesin Kecerdasan STIF

Ned Herman mengatakan Ada 4 belahan dalam otak yg berfungsi khusus berkaitan dengan kecerdasan manusia.

(Kiri atas)

Thinking

(Kanan atas)

Intuiting

(Kiri bawah)

Sensing

(Kanan bawah)

Feeling

(tipologi kepribadian Jung)

60% mampu menggunakan 2 belahan otaknya

30% mampu menggunakan 3 belahan otaknya

7% hanya mampu menggunakan 1 belahan otaknya

3% mampu menggunakan 4 belahan otaknya

Orang Cerdas belum tentu bisa Kerja Cerdas

Orang cerdas adlh orang yg satu belahan otaknya bekerja lebih baik. Pekerja cerdas adlh orang yg mampu mempraktekkan salah satu kecerdasan STIF-nya dlm pekerjaan yg sedang ditangani sehingga menghasilkan kualitas kerja yg lebih baik.

Kerja cerdas memerlukan kerja keras

Kinerja fisik (hasil kerja fisik) adlh wadah untuk kinerja nonfisik (hasil kecerdasan). Kerja cerdas = 95% kinerja fisik + 5% kinerja nonfisik.

Gap Pikiran dan Realitas

Kerja cerdas dengan menghilangkan jarak antara pikiran dengan realisasinya, yaitu dengan membuat setajam mungkin hasil pikiran menjadi sangat realistis agar mudah diimplementasikan.

Kegagapan dalam Kerja. Kegagapan adlah kekurangan atas aspek tertentu

1. Gagap Ketrampilan : memiliki keterampilkan rendah

2. Gagap Ketajaman : memiliki keterbatasan dlm menganalisis masalah, mengarahkan proses kerja, dan memutuskan pilihan.

3. Gagap Keberlanjutan : memiliki kultur rendah sehingga tidak dapat menjaga keberlanjutan.

4.

Beberapa hal yg perlu diketahui dlm proses kerja cerdas :

· Tidak semua orang dpt bekerja cerdas

· Kerja cerdas membutuhkan kerja keras

· Sering terjadi kesenjangan antara produk pikiran & realitas

· Kerja cerdas terlihat dari cara merencanakan kerja dan kemampuan untuk menyatukan rentang kendali

Gagap Kesungguhan : memiliki kesungguhan yg rendah/setengah2 dlm menangani persoalan.

Lebih Cerdik dengan hanya rencana A

Bekerja cerdik dengan menghasilkan satu rencana tunggal yang solid, tenaga dan pikirna dikonsentrasikan dan didedikasikan untuk rencana A saja, sehingga tidak memecah perhatian.

Menyatukan Rentang Kendali

meningkatkan skala : meningkatkan input/investasi

meningkatkan intensitas : mengefektifkan proses kerja

mengendalikan perubahan : mempersiapkan kreativitas baru terus-menerus

melakukan personalisasi : menyelami perasaan setiap anggota tim

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BEKERJA CERDAS

Kerja cerdas memerlukan sebuah kemampuan yang sekaligus dapat berperan sebagai cara kerja, untuk menghasilkan arah perbaikan melalui 3 jenis kompetensi utama : menggunakan expertise; mengkapitalisasi aset; keberperanan di pasar epos. Misalnya :

· Menggunakan expertise ibarat seseorang naik tangga ke puncak.

· Mengkapitalisasi aset adlh menggunakan helikopter

· Keberperanan di pasar epos adlh bahan bakar utama helikopter.

1. Kompertensi menggunakan expertise

Dengan menghidupkan 4 mesin kecerdasan STIF

· Kecerdasan S : “ngrejekeni” mudah mencari harta

Cara terbaik untuk memperbaiki eksekusi kerja dan secara berkala meningkatkan ke tingkat eksekusi kerja yang lebih tinggi.

a. Result Oriented (fokus pada pencapaian target), tingkatannya :

Assignment Persistence : kemampuan menyelesaikan tgs2

Results Scheduled : menyelesaikan tgs sesuai target

Behaved on standard :menyelesaikan tugas dengan proses & hasil kerja sesuai standar

Lively Productive : menjalankan nilai kerja di atas target dan standar dr perusahaan.

b. Skill Determination (menjalankan keterampilan scr stabil), tingkatannya :

Basic Skill Demonstration : mampu menunjukkan keterampilan dasar yg dibutuhkan dlm pekerjaan

Advance Skill Implementation: mampu mengimplementaskan keterampilan tingkat tinggi yg dibutuhkan dlm pekerjaan.

Expertise Enrichment :meningkatkan keterampilan & kepakaran yg dimiliki berkaitan dg pekerjaannya.

Experience Contribution : memiliki keahlian khusus yg sudah teruji dlm btk pengalaman yg dikontribusikan dlm tgs.

c. Organizational Commitment (kemampuan & kemauan utk menyesuaikan tindakan dg kebutuhan, prioritas & tujuan perusahaan), tingkatannya :

Business Integrity : menjalankan amanat dg jujur & bertanggungjawab demi menjaga nama baik perusahaan

Organization Dedicacy : bersedia fokus dlm menyelesaikan tgs

Mission Loyalty : setia terhadap tgs yg diberikan.

Right Hand Trustee : mampu menjadi tangan kanan yg dpt dipercaya & diandalkan dlm menggantikan peran atasan/orang lain.

d. Discipline Fasilitation (disiplin menjalankan standar kerja dlm memenuhi permintaan/pesanan pihak lain), tingkatannya :

Spirited Administrator : mampu memenuhi permintaan orang lain sesuai prosedur yg berlaku

Bright Performer : mampu memenuhi permintaan orang lain scr tertib, riang, bersahabat & menyenangkan

Resource Optimization : mampu memenuhi permintaan & kepuasan orang lain dgn memaksimalkan sumber daya (pribadi & perusahaan)

Perfect Collaboration: mampu memenuhi permintaan orang lain dgn tujuan menjalin kerjasama jangka panjang yg lebih dalam.

· Kecerdasan T : “bertangan dingin” pekerjaan yg dilakukan selalu beres

Cara terbaik untuk memperbaiki proses kerja dan secara berkala meningkatkan ke proses kerja yang lebih tinggi.

a. Planning initiative (mampu membuat rencana kerja secara sistematis berdasarkan pada skala prioritas & kebutuhan serta mengambil tindakan tanpa menunggu perintah), tingkatannya :

Working Independently : scr mandiri membuat rencana sederhana dlm tgs sehari-hari.

Detail Planner : mampu membuat rencana & menyusun proses kerja (konsep & teknis) secara detail & akurat.

Predictive planner : membuat perencanaan dg prediksi kebutuhan kerja di masa y.a.d.

Future Capitalization : mampu membuat rencana antisipatif dg memanfaatkan peluang berharga di masa y.a.d.

b. Strategical Analytic (mampu menganalisa permasalahan yg berdampak besar thdp kemajuan perusahaan), tingkatannya :

Problem Analysis : mampu mengidentifikasi masalah sederhana (penyebab dan solusi)

Complex Problem Systematization : mampu memecahkan permasalahan rumit scr sistematis mjd komponen yg sederhana sehingga memudahkan proses analisa masalah.

Statistical Anticipation : mampu menggunakan metode statistik dlm peramalan utk antisipasi masalah

Multi Dimension Decisiveness : mampu membuat keputusan dg mempertimbangkan multidimensi

c. Management Fixing (mengelola semua elemen perusahaan dengan bertumpu pd memperkuat sistem & birokrasi), tingkatannya :

Process Direction : mampu mengarahkan jlnnya proses kerja sesuai sistem berlaku

Standard Enforcement : mampu menjalankan proses dg standar kerja yg telah ditetapkan.

Positive Climate Management : mampu mengelola iklim positif dlm menegakkan standar proses kerja

Schematical Recognition : mampu membuat skema rekognisi yg dapat memotivasi karyawan dlm menjalankan standar proses kerja sesuai sistem berlaku.

d. Function Improvement (mampu meningkatkan fungsi kerja utkl dapat memuaskan user), tingkatannya :

Chartmaking Maintenance : mampu membuat tabel/flowchart kerja

Follow-up Management : mampu mengelola sistem cepat tanggap dlm menindaklanjuti fungsi2 eksternal.

Latest Technique Application : mampu mengaplikasikan teknik2 terbarunya

Zero Crisis Establishment : mampu memberi jaminan tidak terjadi krisis.

· Kecerdasan I : kata2nya bertuah, memiliki makna & ilmu yg dalam

Cara terbaik untuk memperbaiki kreativitas kerja

a. Intrapreneurship (menyumbang gagasan antar departemen utk dpt memberikan manfaat optimal & dpt dijalankan dg kaidah bisnis), tingkatannya :

Workwith Efficiently: menyumbang gagasan utk hemat biaya

Benefit Coordination : menyumbang gagasan utk meningkatkan hasil kerja baik antar elemen / masing2 elemen

Business Thoughtful : menjalankan gagasan yg dpt memperbesar keuntungan melalui perbaikan pola kerja sama antar elemen

Benefits Creator : menyumbang gagasan dlm meningkatkan skala bisnis melalui perbaikan pola kerja sama antar elemen

b. Production Innovative (menghasilkan inovasi bidang produksi yg bisa ditindaklanjuti perusahaan), tingkatannya :

Upcopy Compilation : membuat metode produksi baru yg lebih baik bdskn hsl kompolasi metode2 yg sudah ada

Alternative Creation : menciptakan metode baru sbg alternatif

Industrial Value Creation : menciptakan metode baru yg berhasil memberi nilai tambah bagi perusahaan

Industrial Models Creation: menciptakan metode baru yg dpt mjd model & trendsetter perusahaan

c. Leverage Solution (menghasilkan solusi yg memiliki daya ungkit sesuai tingkatannya), tingkatannya :

Problem Solving: mampu memecahkan msalah2

Mechanistic Solution : menciptakan metode yg dpt membantu pemecahan mslh scr otomatis

Synergistic Solution : menciptakan solusi yg dpt meningkatkan hasil melalui sinergi bagi perusahaan

Transformer Solution: menghasilkan solusi yang dapat meningkatkan kelas persaingan baru bagi perusahaan

d. Generate Synthesis (mampu mendaurulang unsur2 lama mjd unsur2 baru), tingkatannya :

Performance Synthesis: mengajukan sintesa temuan baru yg memberi nilai tambah

Synthesis Pattern Generation : menghasilkan sintesa scr terpola melalui kumpulan sintesa ciptaan sebelumnya

Future Need Synthesis : menghasilkan sintesa baru sbg jawaban kebutuhan y.a.d.

Sustaining Best Synthesis: menghasilkan sintesa baru yg mampu melejitkan prusahaan mjd legenda & mempertahankannya.

· Kecerdasan F : “pamong” / berurusan dg orang

Cara terbaik untuk memperbaiki hubungan kerja.

a. Personal Effectiveness (kemampuan mengelola emosi), tingkatannya :

Self COntrol : mengendalikan emosi dl proses kerja

Change Adaptability : dewasa dlm beradaptasi pd perubahan kerja/perusahaan

Support Respectfully :mendukung rekan kerja/atasan/bawahan dgn penuh penghargaan

Interdependent Resourceful : berdaya guna tinggi & dpt dimanfaatkan byk pihak tanpa menjadikan orang lain bergantung kpd-nya.

b. Professional Communication (kemampuan berkomunikasi), tingkatannya :

Professional Presentation : berkomunikasi dgn penyampaian yg baik & tertata rapi

Persuasive Communication : berkomunikasi scr persuasif dlm 2 arah/kelompok

Convincing Diplomacy :mampu meyakinkan scr diplomatis dlm komunikasi dgn orang lain sampai berhasil meningkatkan posisi tawar

Empathyc Negotiation : mampu menenangkan negosiasi dg daya empatinya melalui penguasaan perasaan & cara pikir orang lain.

c. Leading & Developing Others (mampu mendorong pembelajaran & pengembangan orang lain dg tuj utk memenhi persyaratan keterampilan), tingkatannya :

Conflict Resolution: mampu menyelesaikan konflik scr bijaksana

Team Succes Empowerment : memberdayakan kapasitas anggt tim utk kesuksesan keseluruhan

Brothership Alignment : mampu membangun kekuatan persaudaraan dlm tim mjd formasi yg tepat

Compelling Vision : mampu mewujudkan visi bersama melalui kekuatan kesempurnaan formasi tim kerja.

d. Service Relationship (kemampuan meletakkan diri menjadi frontlinner utk memberi pelayanan terbaik shg membangun hubungan yg efektif dg pihak lain), tingkatannya :

Responsive Relationship : mampu berkomunikasi scr tepat & cepat tanggap sesuai irama komunikasi orang lain.

Personal Value Relationship : mampu melakukan komunikasi yg menyentuh nilai2 personal sehingga memperbesar wilayah keserasian.

Long-Term Relationship : mampu menjalin komunikasi yg dalam dg kepercayaan yg tinggi dlm membangun hub. jangka panjang yg berkelanjutan.

Develop Partnership : mampu menjalin persahabatan yg dapat dimanfaatkan utk mengembangkan.

Manajer yg bekerja cerdas adlh seseorang yg dpt : mengenal tujuan, memetakan jln besar, memetakan jln kecil, menyiapkan sumber daya, menempatkan orang yg tepat, memastikan keserasian dgn sistem, memastikan pelaksanaan berlangsung akurat, memisahkan faktor luar & ketidakpastian agar tdk berpengaruh, menginvestasi unsur2 berkelanjutan, mengevaluasi sumber positif negatif, apresiasi dg cermat, menyiapkan energi kedua utk target yg lebih tinggi.

Kerja Cerdas Vs Kserja Tidak Cerdas

JENIS

TIDAK CERDAS

CERDAS

S

TARGET

Statis, hampa, bosan, sakit2an

Berbinar, optimis, selalu ada program

TEKNIK

Keterampilan & hafalan tdk bertambah, senang instant

Cepat tanggap, memori besar, juara aneka kecakapan, tukang kelas satu

ORGANISASI

Oportunis, cacat setia, ingin selesai dg adu fisik

Setia, bisa jd tangan kanan, jujur

FUNGSI

Tdk disiplin, tdk bertanggungjawab

Disiplin dg byk peran ganda

T

TARGET

Tergantung, keras kepala, defensif, membiarkan

Rencana fokus, penuh inisiatif, terus mencari yg penting

TEKNIK

Pandangan sempit, kurang info, tdk mengkaji

Data terbaru, analisa strategis, memperhitungkan semua hal, mampu bedakan fakta & opini

ORGANISASI

Mengabaikan, byk ketidakpastian, tnp sistem & aturan

Mengnendalikan, menghidupkan sistem, mengatur gaji

FUNGSI

Tingkat salah tinggi, ceroboh, tdk mau susah

Merentang teliti, cari sumber salah, rajin update

I

TARGET

Penuh alasan, pemimpi buta, kacamata kuda, takut konflik & tantangan

Pandai bersinergi, kreatif, peta jln telah dibuat

TEKNIK

Menciptakan kegagalan, kreatif picisan, produksi obsesi, memulai dgn sinis & kerdil

Meneruskan ide cemerlang, selalu ada terobosan produksi, pandangan jauh ke depan, jeli temukan simpul sulit

ORGANISASI

Solusi sumir, hindari kompleksitas, buntu & mengalihkan

Tidak pernah mentok, fokus pd peluang, menjadikan solusi lebih berharga, mampu selesaikan dr samping

FUNGSI

Sintesa mentah, takut keluar kontak, terjebak analisa & opini, mandul kreatifitas

Menghasilkan sintesa positif, sanggup berada di luar racing, prestasi di kelas berkualitas, pandai keluar kotak.

F

TARGET

Maunya sendiri, byk santai, puaskan nafsu, keras hati, sulit kerjasama

Kendali diri kuat, berubah cepat, suka krjsama, dukung interaksi

TEKNIK

Komunikasi searah, debat kusir, kurang mendengar, byk bicara

Persuasif, empati, byk dengar, sdkt bicara, menyelesaikan inti perasaan

ORGANISASI

Mengabaikan pembinaan, memikirkan diri sendiri, menyalahkan orang lain

Memimpin hati keluarga, mengenal relasi lebih dlm, menindaklanjuti janji

FUNGSI

Tidak terbuka, senang kongkow hubungan penu interest, selalu diametral

Siap hubungan dgn musuh, memafkan, memberi lebih byk, mempertemukan keperluan

Melatih Kompetensi Penggunaan Expertise

JENIS

TIDAK CERDAS

S

TARGET

1. Mengingat ringkasan kiat-kiat hidup orang sukses

2. Penampilan bugar & tubuh prima

3. Menyelesaikan pekerjaan penting dr yg kecil-kecil

TEKNIK

1. Mengoleksi proposal-proposal bagus dlm pustaka pribadi

2. Merekam mslh & usulan penting & merangkainya

3. Dengan hanya mengandalkan otaknya melatih mengeluarkan memori ide & memperbaikinya

ORGANISASI

1. Merapikan data digital dgn folder sistematis

2. Memperhatikan dg bagian mana dr pekerjaannya yg bisa dibuat lebih efisien

3. Membuat daftar usulan yg diperuntukkan rekan kerja : atas, samping & bawah & jadwal menyampaikannya

FUNGSI

1. Menjadikan waktu kerja berfungsi menjadi 8 x 60 menit

2. Memperbanyak melakukan pengamatan atas peristiwa penting di sekitarnya

3. Memulai pelaksanaan dgn penuh kesungguhan agar menghasilkan hal2 konkrit

T

TARGET

1. Menetapkan ukuran standar keberhasilan setiap program kerja

2. Mensistematiskan data base yg berkaitan dg kinerja masa sebelumnya

3. Mampu berpikir sama baiknya saat awal hingga akhir kerja

TEKNIK

1. Mempertajam melihat kesalahan kerja diri sendiri & orang lain & menyimpannya

2. Menskemakan arus pekerjaan secara tepat

3. Mempertajam akurasi dgn membedakan opini & fakta

ORGANISASI

1. Memilih orang2 yg harus diprioritaskan memerlukan pembinaan/pendekatan khusus

2. Memikirkan sistem rekognisi yg bagus utk tim

3. Memperbaiki rentang kendali terhadap orang agar mencapai skala optimal dikaitkan dengan skala beban kerjanya masing2

FUNGSI

1. Membuat satu proposal penting yg sistematis menjelaskan argumentasinya

2. Membuat rencana kerja yg bersifat jangka panjang

3. Mempelajari teknologi baru dr alat kerja sehari2

I

TARGET

1. Menyepi seminggu sekali utk cari inspirasi

2. Memperbaiki kemampuan memprediksi

3. Mengeluarkan investasi yg tepat utk peningkatan dirinya

TEKNIK

1. Mencari daftar cerita yg inspirational & mengumpulkannya

2. Membiasakan membuat kesimpulan yg terbuka & menyiapkan alternatif lainnya

3. Membiarkan dirinya/anak buah mengambil keputusan beresiko

ORGANISASI

1. Meyakinkan pihak terdekat thdp target tim yg ingin dicapai

2. Mempertaruhkan paket biaya tertentu utk sebuah misi yyg dikehendaki

3. Meningkatkan kecepatan mengejar prestasi 2x lipat

FUNGSI

1. Menyusun masa depan yg diikuti keberanian mengambil resiko

2. Merancang masa depan di tempat lain (negara/perusahaan)

3. Menetapkan prestasi baru yg ingin dikejar dgn all out

F

TARGET

1. Memperdalam persahabatan

2. Terlibat memecahkan masalah teman

3. Melatih kemampuan mendengar lebih panjang

TEKNIK

1. Mendengar scr empatik

2. Sering membantu klien dlm memberi pelayanan

3. Mengendalikan naik turunnya emosi dgn dipandu garis cita2

ORGANISASI

1. Memperkuat dukungan dgn memperbanyak hasil kerja yg dpt diteladani orang lain

2. Menghilangkan kebiasaan malas mikir & cenderung mendelegasikan

3. Menciptakan suasana kondusif yg menjaga keadilan & objektivitas

FUNGSI

1. Belajar mengenali orang lain

2. Memaafkan kesalahan orang

3. Toleran dgn orang lain

· Kualitas Seorang Pekerja Cerdas

KUALITAS

I

II

III

IV

Mesin S di Lintasan S

Lalai & menunda

Sibuk selesaikan PR kemarin

Sibuk kerjakan utk siapkan besok

Hari ini sgt sibuk

Mesin T di Lintasan T

Tidak tahu kalau tdk tahu

Tidak tahu kalau tahu

Tahu kalau tidak tahu

Tahu kalau dia tahu

Mesin I di Lintasan I

Ingkar nikmat

Sadar nikmat yg besar, tp syukur bayar mencicil

Sadar nikmat yg besar, syukur bayar kontan

Sadar nikmat2 kecil, selalu bersyukur

Mesin F di Lintasan F

Mudah menyerah

Tegar atas musibah kecil

Tegar atas musibah besar

Sanggup diuji

2. Kompetensi dengan mengkapitalisasi aset

Dalam mencapai keinginan, menggunakan aset2 yg ada. Bahkan bila keinginan telah tercapai, lebih mengoptimalkan aset utk suatu tujuan yg lebih tinggi dr target semula.

Tahapan Mengkapitalisasi Aset

· Memperbanyak jumlah 4-TA (harta, takhta, kata, cinta) yg siap dijadikan kapital. (diolah mjd kapital utk diinvestasikan; dr kuantitas ditransfoermasikan mjd kualitas khusus)

· Dekatkan kapital tsb dg arus utama 4-TA yg dicirikan oleh tempat/peristiwa/pelaku. (harta – bank/pasar; tahta – penguasa/ perusahaan; kata – kampus,TC; cinta – parpol,ormas,LSM, komunitas)

· Pilih tim yg berkarakter sama dgn karakter arus

· Cukup konsentrasi pada 2 hal yaitu memonitor kerja tim & memastikan 4 arus utama tsb mjd incaran anda

3. Kompetensi dengan keberperanan di pasar epos.

Ketika ingin menyalurkan 4-TA sbg epos, pastikan bhw disalurkan ke pasar epos (bkn hanya sedekah/menolong orang lain tapi juga dgn kerja tekun & antusias). Ciri2 pasar epos :

· Para pelaku mjd sumber ilmu

· Para pelaku mjd gardu epos

· Sumber ilmu & gardu epos bertemu di lingkungan yg baik & dlm moment yg juga baik Terdapat mata rantai kesalehan di pasar epos yg hendak dicari.

Ciri pasar negatif yg harus dihindari :

· Para pelaku menyimpan TE negatif

· Terdapat pusaran arus besar yg menenggelamkan dlm bntk perangkap, jebakan, dayatarik & menghanyutkan, jerat fitnah/dengki & tindakan berlebihan

· Terdapat byk orang “kerdil” di lingkungan negatif

BAB IX

MENINGKATKAN KERJA IKHLAS

Kerja Ikhlas : bentuk usaha terarah dlm mendapatkan hasil dg menggunakan kesucian hati

Pekerja Ikhlas seperti lautan yg siap menampung apapun yg dikirim padanya (jernih,kotor,limbah,dll) & akan membuatnya mjd bersih kembali

Cara Meningkatkan kerja ikhlas

  1. Bersihkan “Wadah” (kerja keras & kerja cerdas yg dilakukan sblm kerja ikhlas). Membersihkan artinya menghilangkan unsur energi negatif yg ada pada aktivitas kerja keras & kerja cerdas ( dengan bertobat-menentukan point of no return & perbanyak epos/penawar)

Kotoran2 tsb :

a. Yang merusak keyakinan

ingkar : menolak kebenaran

angan2 : meninggikan to have (akhirnya menghalalkan banyak cara)

sombong : merasa dirinya lebih tinggi dr orang lain

dengki : membenci orang lain saat orang lain beroleh kesenangan/nikmat & mengharap kesenangan/nikmat orang lain segera lenyap

b. Yang merusak tata aksi

riya : melakukan sesuatu krn mengharapkan pujian orang (riya fisik, berpakaian, perkataan, beramal)

merusak : berusaha menjauh dr sumber energi.

egois : hanya memikirkan diri sendiri

tamak : “cinta” berlebihan thdp harta

c. Yang merusak pekerti

putus asa : tidak sabar menghadapi ujian hidup

cepat puas : quitters (menghindari kwjbn, memilih berhenti saat ada hambatan); campers (menjalankan tdk sampai selesai/setengah2); climbers (berusaha sampai puncak tertinggi)

pelit : tidak bersedia berbagi harta utk menambah energi positif

malas : tidak melakukan sesuatu/menunda pekerjaan

  1. Perbesar Wadah

Semakin besar akan menampung lebih banyak :

Melakukan kerja keras & kerja cerdas sebaik mungkin kmdn melakukan kerja ikhlas

Tantang diri sendiri utk naik kelas ( ambil pekerjaan yg lebih sulit butuh kerja lebih keras & lebih cerdas)

Proaktif dlm segala hal (mengambil inisiatif utk bertindak, berpikir positif thdp apa yg terjadi & bertanggungjawab atas tindakannya)

  1. Isi Wadah

Menciptakan jaringan epos (mengoptimalkan dgn membuat simpul jaringan epos)

Melahirkan orang sukses

Melahirkan kader berilmu (memiliki nilai strategis adlh karena epos/ilmu)

  1. Harumkan Wadah

Berbagi harta

Berbagi takhta (berbagi wewenang, delegasi tugas, kekuasaan, peran)

Berbagi kata (memberi ilmu)

Berbagi cinta

BAB X

PIMPIN PEKERTI

Pimpin pekerti adalah kebiasaan seseorang meminpin dirinya dengan pilihan sikap mulia. Orang tersebut di anugerahi sikap – sikap positif dan agung yang melimpah ruah.

SIKAP DAN PERILAKU

Sikap adalah cara anda memandang sesuatu secara mental sedangkan perilaku adalah buah dari cara pandang anda tersebut. Sikap yang baik adalah sikap yang mengandung unsur epos. Sebuah sikap harus ditunjukan dengan perilaku pada kehidupan sehari – hari, karena kalau tidak, maka tidak akan memberikan konstribusi pada kehidupan di dunia.

a. Sikap dan Perilaku positif

Yaitu sikap yang selalu memandang segala sesuatu dari segi positif, sehingga dia dapat terus menampilkan perilaku positif. Orang yang memiliki sikap dan perilaku sangat menikmati hidup.

b. Sikap dan perilaku produktif

yaitu cara pandang dan prilaku kita untuk memanfaatkan seluruh aset diri dan terus menciptakan hasil karya yang dapat menambah epos bagi diri sendiri dan lingkungan.

c. Sikap dan prilaku konstribusi

Yaitu cara pandang dan prilaku kita untuk memanfaatkan segala sesuatu yang kita miliki, dan terus membantu, mendukung serta memberikan konstribusi pada orang dan lingkungan.

SIKAP DAN PRILAKU POSITIF

Sikap dan prilaku positif tidak akan otomatis datang, tapi harus digapai. Secara teoritis terlihat mudah untuk menerapkanya, tetapi secara praktek perlu energi yang kuat untuk melaksanakanya.

Lawan Dengki Dengan Penyayang

Caranya adalah

1. Selalu ingin menambah sahabat

Selalu berusaha membuat rasa aman, senang, dan bisa menjaga rahasia orang lain.

2. Menyayangi orang lain

Sayang pada siapapun, mulai orang tua, anak, isteri, saudara, teman, tetangga, mitra bisnis dan orang yang memusuhi sekalipun.

3. Senantiasa bersabar atas segala serangan negatif

Bila ada hal-hal negatif ditujukan pada kita hendaknya kita bersabar, karena tabungan negatif kita akan berkurang.

4. Selalu senang atas kesuksesan orang lain

Lawan Sombong Dengan Rendah Hati.

Caranya adalah

1. Ambil pelajaran dari siapa saja

Bila ada hal buruk menimpa anda, maka kita akan membalasanya dengan hal yang positif, seperti pohon bisa mengubah CO2 yang beracun menjadi O2 yang sangat bermannfaat bagi manusia.

2. Tundukan kesombongan dengan belajar

Semakin banyak belajar, akan semakin sadar betapa diri anda sangat kecil dan jauh dari kesempurnaan, sebaliknya semakin malas belajar kemungkinan anda semakin sombong. Jadilah seperti padi semakin berisi semakin merunduk.

3. Pakai baju kepribadian sendiri.

Jangan pernah ingin menjadi seperti orang lain, karena tidak mungkin akan bisa persis seperti orang lain. Orang sukses yang diidolakan cukup dijadikan rujukan untuk meningkatkan kualitas hidup anda.

Lawan Angan Dengan Tawakal

Caranya adalah

1. Satu kebergantungan hanya Kepada-Nya.

Manusia yang merencanakan, Tuhan yang menentukan. Orang tawakal adalah orang yang kuat, tidak gampang bersedih, dan akan bersyukur ketika berhasil dan akan bersabar manakala belum berhasil.

2. Jangan lemah dan bersedih hati

Untuk urusan harta dan tahta disarankan melihat kebawah, sementara untuk urusan cinta dan kata kita menengok keatas.

3. Sebrangi jembatan jika sudah tiba

Lakukan sesuatu dengan cara bertahap dan terencana, jangan sibuk memikirkan masa mendatang, tetapi lalai memikirkan yang seharusnya dilalkukan sekarang.

4. Menyadari Takdir selalu diberi yang terbaik

Tuhan tak mungkin menginginkanhambaNya hidup dalam penderitaan dan kesedihan, maka bila suatu saat kehidupan anda tidak seindah impian, maka perlu disadari bahwa itu adalah hal terbaik yang harus terjadi.

Lawan Ingkar Dengan Taat

Caranya adalah

1. Jadilah ilmu sebagai bahan bakar bagi pekerti

Orang berilmu lebih cepat menerima kebenaran, lebih cepat introspeksi, berbenah dan senang menerima nasehat.

2. Kejar Hidayah dengan takut maksiat

Takutlah pada maksiat karena maksiat akan semakin menjauhkan kita dari mendapatkan hidayah

3. Jangan Menantang datangnya nasib buruk

Sikap dan berfikir positifnya selalu diletakan pada posisi yang tepat. Tidak gegabah membuat keputusan yang jelas sudah diketahui resikonya merugikan.

4. Terima standar yang telah ditetapkan

Segala aktifitas harus dilakukan berdasarkan petunjuk yang jelas agar kita menang, sukses dan selamat.

SIKAP DAN PRILAKU PRODUKTIF

Yaitu sikap dan prilaku yang bisa mengelola semua aset yang dimiliki semaksimal mungkin sehingga dapat menambah epos bagi diri sendiri dan lingkungan terutama aset waktu, kesehatan, jabatan, uang, ilmu, pengaruh, kenalan dan lain-lain.

Lawan Malas dengan Rajin

1. Setelah yang satu kerjakan yang lain

Orang yang memiliki sifat produktif adalah orang yang selalu menyibukan diri dengan aktifitas – aktifitas yang mengandung epos, dan tidak pernah menganggur.

2. Malu karena tidak punya kesibukan.

Dalam beraktifitas tidak boleh bermalas-malasan, harus semangat, harus malu pada burung yang tidak punya kelebihan, tetapi dia terus beraktifitas.

3. Jadikan hari ini hari paling sibuk, kemarin telah pergi dan besok belum datang

Jangan menunda-nunda pekerjaan, karena pada hakekatnya hanya menumpuk pekerjaan.

4. Sambut kehidupan yang pasti dengan tetesan keringat.

Tak ada penghidupan yang pasti tanpa tetesan keringat, tidak ada orang yang sukses yang hanya berpangku tangan.

Lawan egois dengan berbagi

1. Membangun keberuntungan pada keperluan orang lain

Semakin banyak membantu orang lain, maka semakin banyak tabungan epos anda yang suatu saat akan dicairkan menjadi keberuntungan.

2. Tidak menyia-nyiakan kesempatan beramal

3. Berbagi karena ingin dibagi ridlo-Nya

Semaikn anda memberikan harta itu sesuai kehendakNya, maka Dia akan semakin sayang dan anda akan mendapat titipan harta yang lebih besar lagi

4. Isi alam tidak pernah habis

Isi alam akan mampu menjamin kebutuhan penduduk bumi untuk hidup berkecukupan. Kekawatiran Malthus tentang kekurangan pangan tidak pernah terbukti.

Lawan Cepat Puas Dengan Cita-cita

1. Raih bintang dengan oftimis

Tidak ada orang yang malas, berpangku tangan, tidak memiliki cita-cita mampu membuat prestasi.

2. Tidak tergesa melihat nasib

Tatkala hidup sedang naik, waspadalah pada suatu saat bisa turun, dan sebailknya tatkala sedang turun sutu saat akan bangkit bila mau bekerja keras, cerdas dan iklas.

3. Saat diuji dia menyambut ujian itu dengan baik

Orang yang sering mendapat ujiann adalah benih-benih orang hebat dimasa mendatang, seperti pepatah mengatakan pelaut yang ulung tidak akan lahir di laut yang tenang.

4. Paham atas kesalahan yang ak terhindar, tapi besok harus lebih baik.

Jangan terus-menerus menangisi kesalahan yang terjadi. Tetapi sesali kesalahan dan ambil pelajarann dan segera bertindak membuat energi positif lagi.

Lawan putus asa dengan ihtiar

1. Terlibat dengan arus utama

Tak ada penonton yang jadi bintang utama, karena yang jadi bintang biasanya pemain. Hilangkan kebiasaan menjdi penonton dan pengamat, terlibatlah anda di dalam arus utama agar bisa menjadi bintang.

2. Mensyukuri kelebihan

Salah satu wujud bersyukur adalah mengoftimalkan segala kelebihan yang kita muliki untuk didaya gunakan.

3. Mengganti kekawatiran dengan memulai kerja kecil.

Tetaplah berfikir besar, namun mulailah sesuatu dari yang kamu bisa meskipun kecil.

4. Tanamlah Korma walau besok kiamat

Jangan pernah berhenti untuk menabur energi positif, kapan pun dan di mana pun.

SIKAP DAN PRILAKU KONTRIBUTIF

Sikap dan prilaku konstributif adalah kemauan untuk berkonstributif kepada orang lain apakah itu ilmu, harta, jabatan, kata dan jabatan. Manusia dan perusahaan atau lembaga yang eksis biasanya manusia,perusahaan / lembaga yang banyak memberikan konstribusi pada lingkungannya.

Lawan Tamak dengan sahaja

1. Meringankan diri dengan menjauhi keborosan

Jangan mengikuti keinginan kita, tetapi mengikuti kebutuhan, karena keinginan itu tidak terbatas, yang terbatas adalah keinginan manusia.

2. Memberi bahkan disaat sempit sekalipun

Kualitas kedermawanan terletak ketika kita memiliki kelebihan, tetapi tetap mau membagi, karena kalau berbagi pada saat melimpah itu biasa. Bersedekahlah pada saat anda kesulitan, karena akan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

3. Memperbanyak tabungan energi bahkan kepada musuh

Berbuat baik dilakukan pada siapapun termasuk pada musuh.

4. Bermurah hati dari yang kecil hingga nyawa sekalipun

Berlatih untuk bermurah hati pada orang lain dari hal-hal yang kecil dan sederhana misalnya hanya sekedar memberi air putih atau memberi tumpangan pada yang membutuhkan.

Lawan Kebiasaan Merusak Dengan Memelihara

1. Mempertahankan kebaikan dengan kebaikan yang lain

Tak ada waktu untuk berbuat buruk, waktu yang ada masih kurang untuk berbuat baik.

2. Jangan gubris kelemahan disekitar, carilah kelebihan

Cari sisi positif dari siapapun dan kemudian jadikan sebagai pelajaran hidup.

3. Damaikan setiap komplik karena setiap orang adalah aset

Perbedaan akan semakin menambah khasanah kehidupan, perbedaan akan membawa hidup menjadi indah dan dinamis walaupun perbedaan juga dapat menimbulkan pertentangan dan permusuhan.

4. Memelihara orang walau hanya satu seakan memelihara seluruh dunia

Jangan anggap enteng kehilangan satu sahabat, karena kawan sesribu masih kurang dan musuh satu sudah terlalu banyak.

Lawan Riya Dengan Terbang Rendah

1. Menjadi role model yang tulus dengan kesadaran akan adanya kesadaran waktu sebagai model.

Bila anda bekerja keras, cerdas dan iklas ketika berjaya, maka anda akan menuai hasil tatkala anda mulai meredup. Namun bila anda tidak memanfaatkanya dengan baik, maka anda akan bekerja keras justru ketika anda harus beristirahat.

2. Selalu Takut Kepada-Nya

Jangan pernah sekali-kali melanggar perintahNya dan bermaksia kepadaNya karena dibalik itu pasti ada manfaat dan keburukan yang boleh jadi kita tidak mengetahuinya.

3. Menyadari dirinya hanya setitik air di samudra yang luas.

Sungguh sangat aneh bila ada orang yang sombong hanya dengan sedikit prestasi yang diraihnya, takabur dengan kekayaan yang dimilikinya, karena itu sangat kecil dibandingkan dengan yang ada disekeliling kita.

4. Mengalihkan pujian kepada orang yang perlu

Bila mendapat pujian dari orang lain segera sampaikan bahwa sebenarnya yang berhak mendapat pujian adalah bukan anda. Pujian yang berlebihan akan menyebabkan lupa berbenah diri dan jangan terlena dengan pujian, karena sebagian diantaranya adalah tipuan belaka.