Provinsi Jawa Tengah mempunyai berbagai macam potensi yang cukup baik dikembangkan sebagai daerah wisata. Seperti di Kabupaten Jepara. Selain  terkenal dengan sebutan Bumi Kartini (tempat lahirnya RA Kartini) dan ukiran kayu jati, ternyata ada wisata yang layak untuk diperhitungkan. Sebagai daerah pesisir, pantai menjadi objek yang menarik untuk dikunjungi wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

  1. Wisata Pantai Bandengan

Berada di Kecamatan Bandengan yang menawarkan objek wisata pantai dengan pasir putih. Di Pantai Bandengan, wisatawan dapat menikmati semilirnya angin laut yang masih bersih dan pasir putih yang terhampar dengan indah. Di sini wisatawan juga dapat sekedar bermain-main di laut dengan berenang, mengendarai banana boat dan permainan air lainnya. Dari Pantai Bandengan, wisatawan dapat menuju Pulau Panjang dengan menggunakan perahu Wisata Bahari. Di Pulau Panjang, terdapat berbagai tumbuhan yang dapat menjadi penambah pengetahuan bagi anak sekolah. Selain itu terdapat pantai yang mengelilingi dengan pasir putih yang masih bersih dan nyaman untuk digunakan sebagai tempat bermain dan berenang.

Senja di Pantai Bandengan

Pantai Bandengan

2.Wisata Pantai Kartini

Pantai Kartini terletak sekitar 10 km dari pusat kota Jepara ke arah barat. Hampir sama dengan Pantai Bandengan, namun di Pantai Kartini wisatawan dapat melihat kura-kura raksasa. Bukan kura-kura beneran tapi gedung berbentuk kura-kura yang berisi kehidupan dunia air sebagai sarana belajar anak didik tentang kehidupan bawah air. Berderet pedagang souvenir menawarkan berbagai kerajinan. (Kami membeli tirai kerang seharga Rp. 25.000 per ikat). Dari sini dapat pula dengan perahu Sapta Pesona menyeberang ke Pulau Panjang (tiket Rp.12.000/orang untuk 1 pulang pergi). Berkunjung Siang hari? Banyak pedagang es dan rujak yang sueger dinikmati sambil melihat indahnya pantai dan menikmati semilir angin yang akan membuat ngantuk. Ingin makan ikan bakar? Jangan khawatir, sore hari pedagang ikan bakar akan siap dengan ikan laut segar bakar yang sudah siap dinikmati di sepanjang pantai.

Kura-Kura Dilihat dari Laut

Pulau Panjang

. Wisata Karimunjawa

Di Pantai Kartini terdapat pelabuhan Kartini tempat dermaga Kapal Ferry Muria yang akan menuju ke Kepulauan Karimunjawa. Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu kepulauan yang dimiliki oleh Kabupaten Jepara yang secara administratif berada di bawah pimpinan Kepala Kecamatan Karimunjawa.

Setelah pulang dari Jepara, kami memutuskan untuk mengunjungi Karimunjawa utnuk menjawab rasa penasaran kami. Menghubungi tour and travel dekat rumah kami, akhirnya tanggal 4 Juni kamipun berlayar menuju Karimunjawa dengan Kapal Cepat Kartini dari Pelabuhan Tanjungmas Semarang. Apesnya, ku yang berangkat dengan kondisi sakit mabuk tak karuan. Muntah sampai lemas selama 4,5 jam perjalanan dari Tanjungmas sampai Pelabuhan Karimunjawa. Menempati kelas Bisnis yang berada dekat dengan permukaan air serasa diombang ambingkan air. Kesalahanku adalah tidak minum antimo selain itu kondisi sakit membuatku serasa tepar. Berangkat sabtu jam 09.00 WIB dari Tanjungmas semarang dan berlabuh pukul 13.15 WIB di pelabuhan Karimunjawa. Tiket Rp. 133.000,- untuk kelas bisnis dan eksekutif mungkin sekitar Rp. 180.000,-.

Sampai di Karimunjawa, dijemput oleh mobil Hotel Duta Karimun (tempat kami menginap) dan langsung mendapat makan siang berupa nasi, sayur asem, ikan bumbu kuning, tempe goreng, teh panas, dan es buah. Berhubung sudah mabuk berat, perutku cuma kuisi teh panas dan tempe goreng 1. Kami masuk kamar yang sederhana untuk ukuran hotel namun nyaman dan dilengkapi dengan AC. Istirahat 1 jam dan pukul 14.30 WIB kami berperahu pertama kali untuk menikmati keindahan Kepulauan Karimun. Jadwal yang pertama adalah snorkeling di Pulau Gosong, sebenarnya mau ke Pulau Cemara Kecil namun ombak besar akan menjadikan resiko bagi pengunjung. Menikmati pemandangan bawah air di sore hari serasa membuat kami lupa akan lelahnya perjalanan selama menuju ke Pulau Karimunjawa. Setelah 1 jam kami bermain dengan terumbu karang dan ikan, kami berlayar kembali ke Pulau Karimun sisi barat untuk menuju pantai Ujung Gelam menyaksikan sunset dan menikmati Pantai Pasir Putih Ujung Gelam dengan pisang goreng dan degan (kelapa muda) segar.

Degan dan Pisang Goreng di Ujung Gelam

Pantai Ujung Gelam Saat Senja

Hari kedua kami berlayar lagi dengan kapal kecil. Naas lagi, perahu kami tertabrak kapal kaca. Akhirnya kami berlayar pulang dengan agak takut juga karena perahu sudah bocor. Namun, kamipun dapat pulang kembali dengan selamat. Akhirnya, menuju Pulau Menjangan Kecil dengan banana boat. Selama kurang lebih 10 menit sampailah ke Menjangan Kecil. Wow, benar-benar menantang. Dijatuhkan selama 3 kali membuatku pusing juga. Snorkeling di sini, dapat memberi makan ikan kecil dengan biskuit atau roti. Kami beri mereka oreo 3 buah dan hasilnya, ikanpun mengerubuti. Bagi yang tidak mau snorkeling, dapat menggunakan kapal kaca melihat terumbu karang dan ikan laut yang indah.

Banana Boat

Snorkeling di Menjangan Kecil

Bakar Ikan di Geleang

Berenang di Penangkaran Ikan Hiu

Terumbu karang dan Nemo di Pulau Gosong

Karena kami tidak kebagian tiket Kapal Cepat Kartini, kami harus pulang dengan Ferry Muria esok hari. Maka, kami mendapat kompensasi dapat tour lagi sampai sore. Kemudian menuju Pulau Geleang untuk melihat pantai putih indah dan menikmati ikan bakar lagi. Tapi awas, jangan terlalu ke tengah karena banyak ikan Pari yang akan membuat gatal. Puas mandi di pantai, kami akhirnya makan siang dengan ikan laut segar yang dibakar dengan menggelar tikar di atas pasir putih. Selepas makan siang, kami melanjutkan berlayar menuju Pulau Gosong untuk snorkeling babak 2 (karena kami harus menyesuaikan program pengunjung lain). Puaslah kami snorkeling selama 1 jam di Pulau Gosong. Hal yang membuat ku heran, ketika melihat ikan badut semua teriak nemo… nemo. Ketika menemukan bintang laut teriaknya… Patrick… Patrick. Halah. Sepertinya otan-orang tuapun sekarang mulai teracuni film-film kartun. Dilanjutkan ke Ujung Gelam untuk kembali menikmati pisang goreng panas dan degan segar sambil duduk di atas batu besar.

Pemandupun mengajak kami untuk ke Pulau Menjangan Besar tempat penangkaran ikan hiu. Berenang dengan ikan hiu yang selama ini selalu identik dengan pemangsa membuat kami menjadi sangat senang. Karena ternyata ikan hiu itu takut dengan kami. Dan dapat memegang bintang laut yang bertebaran banyak sekali di kolam penangkaran ikan hiu. Selain penangkaran ikan hiu, terdapat pula penangkaran penyu dan elang laut. Sore kami kembali ke hotel lagi. Sehabis makan malam, kami putuskan untuk menuju ke makan Sunan Nyamplungan. Beliau adalah orang yang pertama di Karimunjawa (putra dari Sunan Muria). Jalan menuju ke sana ternyata cukup jauh. Sekitar 8 km dari pusat kota dengan melewati kampung nelayan. Terlihat ada tempat menjemur ikan di sekitar rumah, meski gelap karena penerangannya sangat minim. Banyak yang masih menggunakan lampu minyak. Setelah itu harus naik bukit kecil degan membelah hutan sekitar 1 km. Kendaraan kami (sepeda motor) tidak dapat langsung ke makam, jadi kami harus berjalan kaki sekitar 50 m dengan naik tangga untuk sampai ke makam. Jalan di sana sangat gelap belum ada penerangan yang cukup, untungnya pemandu kami (Febri) membawa senter sehingga cukup untuk penerangan. Sampai di sana kami langsung balik ke hotel karena kondisi yang sangat gelap. Listrik di Karimun ternyata berasal dari PLTD sehingga sangat terbatas. Menyala hanya dari jam 18.00 – 24.00 WIB.

Snorkeling di Pulau Gosong

Penangkaran Penyu

Malamnya kami tidur cukup nyaman dan keesokan harinya, lepas sarapan kami checkout dari hotel dan kembali ke Jepara (Pelabuhan kartini) dengan Ferry Muria dengan menempuh perjalanan selama 6 jam. (Berangkat pukul 09.00 WIB dan berlabuh pukul 14.15 WIB). Kemudian naik travel sampai semarang seharga Rp. 30.000,- per orang sampai ke Terboyo dan dilanjutkan naik bis safari sampai ke Ungaran. Sampai jumpa……

Keterangan:

Kami memakai Paket 2H1M (seharga Rp. 800.000,-) menginap di Hotel Duta Karimun dengan 4 kali makan (snack berangkat,lunch, dinner, breakfast, lunch). Berangkat dari Tanjung Mas Semarang dengan Kapal  Cepat Kartini pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 14.00 WIB esok hari dengan kapal cepat Kartini. Namun karena tidak kebagian tiket pulang kami naik Ferry Muria dengan kompensasi tambah jam tour lagi. Tiket Kartini Rp. 133.000,- kelas bisnis dan Ferry Muria Rp. 28.000,- kelas ekonomi.

Bahan :

– 1/4 kg daging sapi. Rebus hingga lunak dengan sisa kaldu 500 ml

– 1 kluwih. Kupas, iris, dan blanching 5 menit, tiriskan dan masukkan ke dalam panci rebusan daging sapi

– 1 ons kacang tholo. Rendam pada air panas sampai empuk.

Bumbu :

– 8 butir bawang merah

– 6 butir bawang putih

– 8 cabai merah

– 2 kemiri

– kunyit 1/2 ibu jari

– jahe 1/2 ibu jari

– lengkuas 1 ibu jari

– ketumbar 1/4 sdt

– asam  4 klungsu (biji asam)

– daun jeruk 3 lembar

– daun salam 3 lembar

– 1 batang sereh (seukuran 1 ibu jari)

– kelapa 1/2 butir buat santan 250 ml

– Garam 1 sdm

– Gula jawa 1 sdm

– terasi 1/2 sdt

– Kluwak yang sdah tua 3 buah (ambil isinya, rendam air panas)

Cara memasak:

1. Haluskan semua bumbu (ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, kunyit, jahe, terasi, kluwak). Geprak lengkuas dan sereh.

2. Tumis bumbu yang telah dihaluskan dan bumbu lainnya sampi harum. Masukkan kaldu daging sapi sebagian. Masak sebentar hingga mendidih.

3. Masukkan ke dalam rebusan daging sapi dan keluwih. Rebus sampai keluwih empuk. Masukkan garam dan gula

4. Masukkan kacang tholo yang telah empuk.

5. Masukkan santan. Masak hingga mendidih

6. Hidangkan segera.

Untuk 8 porsi

Catatan :Keluwih dapat diganti sayuran lain seperti kacang panjang, buncis, melinjo muda, labu siam, nangka muda atau sesuai selera. Cara memilih kluwak tua : pilih yang berat dan tidak pahit

Teringat dengan kejadian yang dialami oleh kakak teman kantor saya. Saat baru mengambil uang dari bank di daerah Karanganyar untuk membayar Innova, kakak teman saya dibuntuti oleh 2 orang berboncengan dengan sepeda motor. Untungnya, beliau (ber-2 dalam mobil)  sadar dan waspada dengan keadaan tersebut (curiga ada orang dengan sepeda motor yang membuntuti dari bank). Beliau akhirnya tidak kurang akal, arah mobil dibelokkan pada jalan yang menuju ke kantor polisi (polsek), padahal seharusnya tidak melewati jalan tersebut. Namun,saat di jalan sepi(sebelum sampai polsek), perampok menodongkan pistol dan memepet mobil yang mereka kendarai. Dalam kondisi takut, kakak teman saya mengambil langkah cerdas. Uang dalam kantong kertas (dari bank), dibuka dan dihamburkan dalam mobil (mobil kijang yang dikendarai penuh uang dari depan sampai jok belakang). Otomatis, perampok kaget dan memacu sepeda motornya setelah sadar bahwa jalan yang akan dilalui menuju kantor polsek.

Dari cerita ini dapat diambil kesimpulan:

Setiap anda mengambil uang/menyetor uang ke bank dalam jumlah besar :

1. Selalu waspada dengan lingkungan anda (lihatlah kondisi sekeliling)

2.Mintalah pengamanan pihak berwajib (penting)

3. Jangan meletakkan uang dalam 1 wadah,  sehingga apabila hal yang tidak diinginkan terjadi, tidak akan kehilangan uang seluruhnya.

Maraknya perampokan yang terjadi menjelang lebaran dengan senjata api tak pelak lagi membuat masyarakat menjadi takut terutama mereka yang mempunyai usaha toko emas/barang berharga. selain itu perampokan kepada nasabah bank atau rumah mewah juga kerap terjadi. Pelaku yang tertangkap ternyata banyak ‘orang lama’, residivis dan hanya beberapa orang baru (yang masih coba-coba/dalam masa training). Yang menjadi pertanyaan saya adalah, kenapa banyak residivis yang amsih melakukan pekerjaan lama mereka. Dalam benak saya terlintas bahwa:

1. Merampok sudah menjadi ‘hobi’ (Dapat uang banyak dengan cara mudah namun kadang berbahaya)

2. Malas untuk berusaha mencari rezeki halal

3. Hati sudah mati

4. Penjara tidak menimbulkan efek jera.

5. Banyak masyarakat yang belum bisa menerima bekas penghuni penjara dalam lingkungannya meskipun mereka sudah bertaubat.

Selain perampok, kasus menyangkut narkoba ternyata juga ‘ itu-itu’ juga. Agaknya hukuman dalam penjara tidak menimbulkan efek jera dan mengajak orang hidup di jalan yang benar. Apakah dalam penjara memang kurang adanya pelajaran moral/perbaikan akhlak ataukah memang hati mereka yang telah mati sehingga untuk menerima pelajaran baik tidak ada minat sama sekali/atau sudah tidak dapat masuk  (jawa:dhedhel).

Bila kita menengok lagi ke sejarah masa lalu, mengenai hukum syariah agaknya ada beberapa yang perlu dikaji ulang. Misalnya, orang yang mencuri akan dipotong tangannya atau  jarinya tergantung ringan atau berat kesalahan yang dilakukan. Toh tanpa tangan, manusia akan tetap hidup dan tetap bisa berusaha. Dengan penerapan hukuman ini, kemungkinan ada kecenderungan mereka yang terbiasa “maling” (apapun aktivitas maling yang dilakukan : mencuri, mencopet, merampok, korupsi, menjambret) akan berpikir 2 kali untuk melakukan kesalahan yang sama karena mereka akan cacat seumur hidup.

Baju baru…alhamdulillah
Tuk dipakai di hari raya
Tak punyapun tak apa-apa
Masih ada baju yang lama

Pakaian baru? Siapa yang tidak suka. Saking sukanya sering tanpa dicuci langsung dipakai. Itu kebiasaan suamiku, katanya kalau dicuci akan segera luntur warnanya. Tapi kalau sudah kena keringat akan tidak luntur… itu mitos yang diwariskan nenek moyang kepadanya tapi untunglah itu tak segera menular kepadaku. Risih dan pasti kotor karena sudah melewati banyak proses dan distribusi yang panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Yang harus dilakukan setelah membeli pakaian adalah mencucinya…. kenapa????
Suatu penelitian yang dilakukan Universitas New York mengambil sampel beberapa helai pakaian yang baru dibeli dari department store, mulai celana panjang, pakaian dalam, hingga baju, yang masing-masing dibeli dari toko pakaian yang berbeda.
Dr Phillip Tierno, kepala departemen Microbiology and Immunology Universitas New York yang memimpin penelitian tersebut, menemukan banyak bakteri di semua bagian pakaian itu. ”Di sebuah jaket saya menemukan bukti adanya feses, bakteri kulit, dan bekas ludah, terutama di bagian lipatan ketiak dan bagian bokong,” tuturnya. Sedangkan pada atasan dari bahan sutra, ia menemukan semacam organisme yang biasa ditemukan di vagina, kuman, dan bahkan tinja.
Mungkin ini akan membuat Anda bertanya-tanya, apa yang dilakukan orang saat mencoba pakaian-pakaian tersebut di kamar ganti. Apakah sebelumnya mereka menggunakan toilet umum, dan tidak membersihkan diri dengan cermat sehingga kotoran tertinggal di pakaian? Entahlah, penelitian tidak menunjukkan hal tersebut.
Yang terlihat dari penelitian tersebut adalah bahwa kuman dan bakteri bisa bertahan beminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan, pada pakaian. Hal ini menunjukkan bahwa pakaian itu telah dicoba begitu banyak orang, dan sudah pasti mereka pun terkontaminasi bakteri. Ketika Anda mengepas pakaian, bukan tak mungkin Anda juga menyentuh lipatan ketiak atau keliman pada bagian paha bukan?
Lalu apa yang diakibatkan oleh kontaminasi bakteri tersebut pada diri Anda?
Akibat langsung yang tidak berbahaya mungkin hanya diare. Namun pakaian yang membawa virus seperti norivirus dan bakteri MRSA bisa menyebabkan kerusakan yang parah, bahkan kematian. MRSA adalah bakteri yang tahan terhadap penicillin, yang sering ditemukan pada para atlet. Awalnya hanya berupa lebam-lebam kemerahan, namun bisa berkembang menjadi nanah. Infeksi ini kerap ditemukan di rumah sakit, gym, dan tempat-tempat lain dan menular dari orang ke orang.

Dari fakta di atas, setidaknya mulai sekarang anda akan mengubah kebiasaan memakai pakaian baru tanpa dicuci….
(dari Kompas, 15 januari 2010)

1. Bahan dasar

Pucuk daun teh merupakan bahan dasar dalam pengolahan teh. Menurut Sulthoni Arifin, dkk (1994), pucuk daun teh mempunyai komposisi kimia berbeda-beda tergantung pada : jenis klon, variasi musim dan kondisi tanah, perlakuan kultur teknis, umur daun dan banyaknya sinar matahari yang diterima. Pucuk daun teh mengandung air 74-77 % dan bahan padat 23-26 %.

Bahan kimia dalam daun teh dapat dikelompokkan menjadi 4 besar yaitu :

a. Substansi fenol

–  Tanin/catechin

Senyawa ini merupakan senyawa yang penting karena dihubungkan dengan sifat teh (rasa, warna dan aroma).  Catechin merupakan senyawa yang kompleks. Tersusun atas catechin, Epicatechin, Epicatecin galat, Epigalo catechin, Epigalo catechin galat, dan galo catechin.

–   Flavanol

Flavanol pada teh meliputi kaemferol, quercetin dan miricetin

b. Substansi bukan fenol

–  Karbohidrat

Yang utama adalah sukrosa, glukosa dan fruktosa

–   Substansi pektin

Terdiri atas pektin dan asam pektat yang menentukan sifat teh.

Pektin terurai menjadi asam pektat dan metil alkohol karena enzim pektin metil esterase. Metil alkohol akan menguap ke udara dan sebagian akan berubah menjadi ester sebagai penyusun aroma teh. Asam pektat dalam suasana asam akan membentuk gel. Gel ini akan membuat daun mempertahankan bentuk mengeritingnya setelah digiling dan membentuk lapisan di permukaan daun teh sehingga ikut mengendalikan oksidasi. Pada pengeringan lapisan gel akan mengering dan membentuk bloom.

–   Alkaloid

Alkaloid merupakan  penyegar dengan alkaloid utama adalah kafein, theobromin dan theofilin. Kafein tidak mengalami perubahan selama pengolahan namun akan bereaksi dengan catechin membentuk senyawa yang menentukan brightness seduhan teh.

–   Protein dan asam amino

Asam amino bersama karbohidrat dan catechin akan membentuk senyawa romatis. Aam amino yang banyak berpengaruh adalah alanin, fenil alanin, valin, leucin dan isoleucin.

–  Klorofil dan zat warna yang lain

Pada saat oksidasi klorofil akan mengalami pembongkaran menjadi feofitin yang berwarna hitam. Karotenoid dalam daun teh menentukan aroma teh, karena oksidasinya menghasilkan substansi yang mudah menguap yang terdiri atas aldehid dan keton tidak jenuh.

–   Asam organik

Dalam proses metabolisme terutama respirasi berperan dalam proses redoks dan merupakan bahan pembentuk karbohidrat, asam amino dan lemak tanaman.

–   Substansi resin

Bau dan aroma teh tergantung pada minyak esensial dan resin yang dapat menaikkan daya tahan terhadap frost

–   Vitamin

Vitamin pada teh adalah A, C, B1, B2, asam nikotinat dan asam pantotenat yang biasanya rusak karena pengolahan

–     Substansi mineral

Kandungan mineralnya sekitar4-5 % dari berat kering seperti P, Mg, dan Cu

c. Substansi aromatis

Timbulnya aroma pada teh hitam karena adanya oksidasi senyawa polifenol. Ada 4 penggolongan aroma :

–   Fraksi karboksilat

–   Fraksi fenolat

–   Fraksi karbonil

–   Fraksi netral bebas karbonil (sebagian besar terdiri atas alkohol)

d. Enzim

Beberapa enzim yang terdapat dalam daun teh adalah invertase, amilase, β-glukosidase, oksimetilase, protease dan peroksidase. Enzim yang penting dari segi pengolahan adalah polifenol oksidase yang tersimpan dalam klorplast sedangkan polifenol/catechin ada dalam vakuola sehingga dalam kondisi tidak ada perusakan sel kedua enzim tak akan bertemu.

2. Pemetikan

Pemetikan merupakan pemungutan hasil pucuk tanaman teh yang memepengaruhi syarat pengolahan dan berfungsi sebagai usaha membentuk kondisi tanaman agar mampu berproduksi tinggi.

Jenis Pemetikan :

–   Pemetikan jendangan

Merupakan pemetikan yang dilakukan pada awal tanaman setelah dipangkas untuk membentuk bidang petik yang lebar dan rata. Tinggi bidang petik jendangan dari bidang petik tergantung tinggi rendahnya pangkasan. Pemetikan jendangan dilakukan apabila 60 % areal memenuhi syarat. Pemetikan dilakukan 6-10 kali dengan daur petik 5-6 hari (3 bulan).

–   Pemetikan produksi

Pemetikan produksi dilakukan terus menerus dengan daur petik tertentu dan jenis petikan tertentu. Pemetikan produksi dibedakan menjadi pemetikan ringan (k+1, k+2), pemetikan sedang (k+0, k+1) dan pemetikan berat (k+0). Jenis petikan produksi :

  • Petikan halus (p+1 dan b+1m)
  • Petikan medium (p+2, p+3, b+1m, b+2m, b+3m)
  • Petikan kasar [p+4 atau lebih, B+ (1-4t)]

Jenis petikan yang dikehendaki (70% pucuk medium, 10% pucuk halus, 20% pucuk kasar). Daur petik dan pengaturan areal pemetikan harus diperhatikan. Panjang pendeknya daur petik tergantung pada kecepatan pertumbuhan pucuk. Kecepatan pertumbuhan pucuk dipengaruhi oleh umur pangkas, elevasi, iklim, dan kesehatan tanaman. Areal petikan harus selesai dalam 1 hari yang diatur berdasar kapasitas rata-rata pemetik, blok kebun dan daur petik.

3. Pengendalian Mutu Bahan Dasar

Mutu teh akan baik bila bahan dasarnya baik. Pengendalian mutu dilakukan dengan analisis petik, pucuk dan penanganan pucuk. Penanganan pucuk dilakukan agar pucuk daun teh teteap bermutu tinggi. Langkah yang ditempuh adalah :

–         Penanganan yang dilakukan sesedikit mungkin. Jalur penanganan dipersingkat dengan menyediakan wadah penyimpanan dan pengangkutan

–         Peningkatan frekuensi pengumpulan pucuk menjadi 2-3 kali sehari sehingga pucuk tidak terlalu lama dikebun tanpa perlindungan mutu

–         Menggunakan pengemas yang kokoh dan hindari yang fleksibel

–         Isi wadah dengan longgar, hindarkan pemadatan. Timbunan 25 kg pucuk per m2 luasan dengan tebal 30 cm

–         Aerasi cukup untuk menisi panas dan CO2 yang terjadi karena respirasi pucuk dan oksidasi polifenol dapat    dicegah

–         Kendaraan pengangkut pucuk diusahakan tidak bersama penumpang

–         Usahakan pucuk secepatnya tiba di pabrik.

4.   Pengolahan

Pengumuman CPNS di Jawa tengah :

cpns jawa tengah prov/kab/kota

Maturnuwun