(Penilaian Efektivitas Visi dan Misi Perusahaan)

I.Profil Singkat

PT Sari Agrotama Persada merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dengan memproduksi minyak kelapa sawit. Minyak goreng dengan merk Sania dan Fortune adalah 2 brand yang ditawarkan ke pasar dengan basis kesehatan dan harga yang kompetitif. Minyak goreng merk Sania ditawarkan dengan keunggulan awet tanpa bahan pengawet sedangkan merk Fortune yang diluncurkan untuk bersaing dengan minyak goreng curah namun kualitasnya lebih unggul karena dikemas sehingga kemungkinan kerusakan sangat kecil.

II. Visi dan Misi perusahaan

A. Visi :

Menjadikan PT Sari Agrotama Persada sebagai perusahaan agribisnis berkelas dunia

B. Misi

1. Mengembangkan infrastruktur perusahaan secara terintegrasi baik dari perkebunan sebagai pasokan raw material hingga jaringan distribusi.

2. Mengembangkan produk yang berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh masyarakat.

3. Mengembangkan kualitas SDM perusahaan sebagai aset terpenting kemajuan perusahaan.

4.Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan mengkonsumsi pangan (minyak goreng) tanpa bahan pengawet dan dalam kemasan yang lebih higienis

5. Mengelola bisnis dengan strategi distribusi menggunakan jaringan cukup luas dengan menyentuh langsung target pasar sampai ke tingkat bawah serta pendekatan konsumen dengan berbagai acara dan promosi lainnya.

6. Memperluas pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri.

III. Evaluasi Visi dan Misi

A. Evaluasi Visi

Visi yang disusun oleh suatu perusahaan harus mudah diartikulasikan, mudah dipahami, diterima semua pihak dalam organisasi, mampu merefleksikan aspirasi manajemen dan memberikan gambaran yang jelas mengenai masa depan perusahaan

Kriteria

Skala 1

(Tidak Memenuhi Kriteria)

Skala 2

(Kurang Memenuhi Kriteria)

Skala 3

(Memenuhi Kriteria)

Skala 4

(Sangat Memenuhi Kriteria)

1. Imaginable

V

2. Desirable

V

3. Feasible

V

4. Fokus

V

5. Fleksibel

V

6. Communicable

V

Visi yang disusun oleh PT Sari Agrotama Persada sangat memenuhi kriteria visi yang strategis. Visi yang telah disusun telah menggambarkan masa depan perusahaan. Dengan misi yang jelas ini, karyawan dan stakeholder akan merasa nyaman serta dalam pengambilan keputusan dapat lebih jelas.

B. Evaluasi Misi

Misi yang disusun oleh suatu perusahaan harus fokus pada kebutuhan lingkungan terutama pelanggan. Misi menguraikan bidang produk, pasar, serta teknologi yang ditekankan perusahaan dan hal ini dilakukan sedemikian rupa hingga mencerminkan nilai dan prioritas para pengambil keputusan strategik perusahaan.

Kriteria

Skala 1

(Tidak Memenuhi Kriteria)

Skala 2

(Kurang Memenuhi Kriteria)

Skala 3

(Memenuhi Kriteria)

Skala 4

(Sangat Memenuhi Kriteria)

1. Ringkas & Jelas

V

2. Unik (Distinctive)

V

3. Fleksibel

V

4. Membantu Pengambilan Keputusan

V

5. Budaya Perusahaan

V

6. Memberi inspirasi

V

Misi yang dibuat oleh PT SAP ini telah memenuhi kriteria misi yang cukup strategis. Secara implisit mencerminkan budaya perusahaan, mampu memberi inspirasi/ ide bagi semua personalia perusahaan dan di satu sisi tegas dan fokus, disisi lain cukup fleksibel untuk perubahan kedepan

IV. Isu Strategis perusahaan

Dalam menjalankan usahanya, perusahaan sngat memperhatikan isu yang berkembang. Usaha ini bergerak di bidang agribisnis sehingga isu bidang pertanian merupakan isu yang menjadi perhatian utama. Beberapa isu pertanian yang menjadi fokus bahasan adalah :

  1. Alih Fungsi Lahan. Luas lahan yang akan dijadikan perkebunan yang akan direncanakan diperluas setiap tahunnya sedapat mungkin tidak menggunakan lahan yang sudah dimanfaatkan. Alih fungsi lahan ini dilakukan dengan disesuaikan peraturan perundangan yang berlaku yaitu memanfaatkan lahan yang tidak menguntungkan dan tidak mengurangi luas areal hutan.
  2. Produk pesaing. PT SAP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis yang belum mempunyai posisi sebagai market leader namun hanya sebagai second liner saja. Beberapa produk seperti bimoli dan filma telah berhasil menguasai hampir 70 % pasar di Indonesia untuk minyak goreng kemasan. Namun setelah diadakan survey pasar, ternyata konsumen tidak fanatik terhadap 1 jenis merk saja sehingga peluang untuk menembus pasar sangat dimungkinkan.
  3. Produk Unggulan. Produk yang dihasilkan oleh PT SAP merupakan minyak goreng yang mempunyai keunggulan harga dan vitamin E yang lebih tinggi daripada merk lain. Inilah yang menjadikan komoditas tersendiri bagi perusahaan. Selain itu dengan meluncurkan minyak Fortune ke pasaran diharapkan akan dapat bersaing dengan minyak goreng curah. Selama ini masyarakat pada kalangan menengah ke bawah cenderung memilih minyak goreng curah dengan pertimbangan harga murah. Potensi inilah yang diambil oleh pihak manajemen dengan mengeluarkan brand baru Fortuna. Bukan hanya hemat namun juga sehat karena dikemas dalam kemasan higienis sehingga akan lebih awet dan tahan terhadap oksidasi karena udara bebas.

Dari isu yang diangkat ini ada beberapa rencana yang akan dilakukan oleh perusahaan. Beberapa rencana strategis yang dilakukan untuk jangka panjang adalah:

  1. Pengembangan perkebunan terutama sawit hingga 2 juta ha di seluruh Indonesia terutama ekspansi lahan di Kawasan Indonesia Timur dalam waktu paling lambat 5 tahun dengan plot perkebunan kelapa sawit minimal 100 ribu hektar per kawasan dengan memanfaatkan lahan kosong yang tidak diberdayakan tanpa mengurangi luas areal hutan yang ada.
  2. Membangun pabrik yang terintegrasi di tiap kawasan perkebunan untuk menekan biaya produksi serta menjamin kesegaran raw material.
  3. Mengembangkan divisi research and development di perusahaan untuk meluncurkan produk minyak goreng, bioethanol, dan produk lain turunan produk sawit dari proses produksi hingga pemasaran produk. Divisi R n D dalam waktu 3 tahun harus sudah memberikan hasil untuk peluncuran produk baru minyak goreng dan 4 tahun untuk bioethanol serta 5 tahun untuk produk turunan lainnnya.

Selain isu di bidang pertanian, isu lain yang menjadi fokus bahasan adalah isu manajemen dan pasar. Isu yang diangkat diantaranya:

  1. Perekrutan karyawan dilakukan dengan mengutamakan Sumber Daya manusia yang ada disekitar perusahaan selama kemampuan yang dimiliki dapat memenuhi kriteria perusahaan.
  2. Memberikan kesempatan pada karyawan untuk dapat menduduki beberapa posisi strategis dalam perusahaan seperti pada Top Manager karyawan tersebut mempnyai kompetensi yang diperlukan perusahaan
  3. Pemasaran merupakan muara terakhir pada keberhasilan suatu produk. Dilakukan survey pasar setiap bulan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan konsumen serta perkembangan produk pesaing. Dilakukan promosi pada berbagai acara terutama pada acara yang melibatkan ibu rumah tangga karena target pasar minyak goreng terbesar adalah ibu rumah tangga dan pengusaha gorengan.

Dari isu strategis perusahaan ini, ada beberapa rencana yang dilakukan dalam jangka panjang, diantaranya:

  1. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan secara kontinu kepada segenap karyawan, memberikan reward promosi bertahap dan strategis kepada karyawan yang telah memenuhi target yang ditentukan.
  2. Membuka jaringan distribusi seluruh Indonesia dalam waktu 1 tahun, dan 2,5 tahun untuk seluruh asia tenggara dan mencoba membuka pasar di eropa dan asia paling lambat dalam waktu 4 tahun.
  3. Divisi pemasaran bersama divisi R n D memiliki peta pasar dan pesaing produk untuk seluruh Indonesia dalam waktu 1 tahun dan seluruh asia tenggara dalam waktu 2 tahun.
  4. Perusahaan dalam waktu 4 tahun sudah memiliki divisi atau anak perusahaan di bidang transportasi sebagai support pemasaran produk.
  5. Melepaskan saham terbuka ke masyarakat sebanyak 10 persen dari total saham dengan target nilai minimal sebesar 10 juta US$ pada tahun ini untuk menambah kapital dalam rangka ekspansi perusahaan.
  6. Mencapai target laba perusahaan sebesar 20 juta US$/tahun dalam waktu 5 tahun.
About these ads